Kalkulus 3 — Pertemuan 8
Integral Ganda (Double Integrals)
Volume di bawah permukaan, integral iterasi, mengubah urutan integrasi — dari 1D ke 2D.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 13.1–13.3. — Stewart, Calculus 9th ed., Bab 15.1–15.3.
Dari Integral ke Integral Ganda
Di Kalkulus 1, ∫f(x)dx menghitung luas di bawah kurva. Di Kalkulus 3, ∫∫f(x,y)dA menghitung volume di bawah permukaan z = f(x,y) di atas region D di bidang xy.
Kunci: partisi region menjadi persegi-persegi kecil, jumlahkan f(xi,yj)ΔA, ambil limit — menghasilkan integral ganda.
1. Definisi Integral Ganda
Definisi
Makna: Jika f(x,y) ≥ 0, hasilnya adalah volume benda padat antara permukaan z = f(x,y) dan bidang xy di atas region D.
Visualisasi: Volume di Bawah Permukaan
2. Teorema Fubini (Iterated Integrals)
Teorema Fubini
Jika f kontinu pada region D:
Type I: ∫∫D f dA = ∫ab ∫g1(x)g2(x) f(x,y) dy dx
Type II: ∫∫D f dA = ∫cd ∫h1(y)h2(y) f(x,y) dx dy
Kunci: Integral ganda = dua integral tunggal berturut-turut. Urutan bisa ditukar (dengan menyesuaikan batas)!
Visualisasi: Type I vs Type II
3. Mengubah Urutan Integrasi
Mengapa Penting?
Kadang satu urutan integrasi tidak bisa dihitung (antiturunan tidak elementer), tetapi urutan lain bisa! Langkah: gambar region, tentukan batas baru, tulis integral ulang.
Demo: Mengubah Urutan Integrasi
∫₀¹ ∫ₓ¹ e^(y²) dy dx — sulit karena ∫e^(y²)dy tidak memiliki antiturunan elementer!
4. Eksplorasi Interaktif
Type I vs Type II
Type I (batas y adalah fungsi x)
∫ₐᵇ ∫_{g₁(x)}^{g₂(x)} f(x,y) dy dx
Integrate y first (inner), then x (outer). Batas y bergantung pada x.
∫₀¹ ∫₀ˣ xy dy dx = ∫₀¹ [xy²/2]₀ˣ dx = ∫₀¹ x³/2 dx = 1/8
Contoh Lengkap: ∫∫D xy dA
D: 0 ≤ x ≤ 1, 0 ≤ y ≤ x (segitiga bawah y=x)
= ∫01 ∫0x xy dy dx
= ∫01 [xy²/2]0x dx = ∫01 x³/2 dx
= [x&sup4;/8]01
= 1/8
Animasi: Partisi Menjadi Lebih Halus (n = 4 → 16 → 64)
Partisi semakin halus (n=4 → 16 → 64). Riemann sum mendekati integral ganda eksak saat ΔA → 0.
5. Sifat Integral Ganda
6. Polar Coordinates Double Integrals
Transformation x = r cos θ, y = r sin θ
Saat region D atau integrand bersimetri radial, koordinat polar menyederhanakan integral secara dramatis. Jacobian transformasi:
⇒ dA = dx dy = r dr dθ. Faktor r sangat penting — sering kali kunci untuk membuat integral solvable.
Rumus Praktis
Untuk disk D: 0 ≤ r ≤ a, 0 ≤ θ ≤ 2π. Untuk anulus: a ≤ r ≤ b. Untuk sektor: 0 ≤ r ≤ a, α ≤ θ ≤ β.
Contoh Klasik: Integral Gaussian via Polar
Hitung ∫∫R² e−(x²+y²) dA
Polar: x²+y² = r², dA = r dr dθ
= ∫02π ∫0∞ e−r² r dr dθ
Substitusi u = r², du = 2r dr:
= ∫02π ½ ∫0∞ e−u du dθ = ∫02π ½ dθ
= π
Konsekuensi terkenal: (∫−∞∞ e−x² dx)² = π ⇒ ∫−∞∞ e−x² dx = √π (Gaussian integral).
Tanpa trick polar, integral Gaussian 1D tidak memiliki antiturunan elementer — namun via 2D + polar, hasilnya menjadi mudah!
7. Triple Integrals
Definisi (Triple Integral)
Volume di R³ saat f = 1. Massa benda saat f = density ρ(x,y,z).
Cylindrical Coordinates (r, θ, z)
x = r cosθ, y = r sinθ, z = z
dV = r dr dθ dz
Cocok untuk: silinder, kerucut, paraboloid, dan benda dengan simetri sumbu z.
Contoh: V silinder R, tinggi h = ∫02π∫0R∫0h r dz dr dθ = 2π · (R²/2) · h = πR²h ✓
Spherical Coordinates (ρ, φ, θ)
x = ρ sinφ cosθ, y = ρ sinφ sinθ, z = ρ cosφ
ρ ≥ 0 (radial), 0 ≤ φ ≤ π (polar), 0 ≤ θ ≤ 2π (azimuthal)
dV = ρ² sinφ dρ dφ dθ
Cocok untuk: bola, sektor bola, region dengan simetri origin.
Contoh: V bola jari-jari R = ∫02π∫0π∫0R ρ²sinφ dρ dφ dθ
= 2π · [−cosφ]0π · [ρ³/3]0R = 2π · 2 · R³/3 = (4/3)πR³ ✓
8. Aplikasi Integral Ganda
A. Center of Mass (Centroid)
Untuk lamina dengan density ρ(x,y) di region D, total mass:
Center of mass:
Untuk centroid geometris (ρ konstan): x̄ = (1/Area)∫∫ x dA, ȳ = (1/Area)∫∫ y dA.
B. Moments of Inertia
Resistance benda terhadap rotasi:
Aplikasi: dinamika rotasi, teknik mesin (poros, balok), analisis robot manipulator.
C. Probabilitas: Joint PDF & Marginals
Untuk variabel random (X, Y) dengan joint PDF f(x,y) (f ≥ 0, ∫∫ f dA = 1):
Marginal distributions (integrasi salah satu variabel):
Expected value:
Gaussian multivariabel (penting untuk statistika dan pembelajaran mesin):
9. Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Integral atas Persegi Panjang
Hitung ∫∫R (x²+y) dA, R = [0,2]×[0,1].
Soal 2: Region Segitiga
Hitung ∫∫D x dA, D dibatasi y=0, y=x, x=2.
Soal 3: Ubah Urutan Integrasi
Ubah urutan dan hitung ∫01 ∫x1 sin(y²) dy dx.
Soal 4: Volume
Hitung volume di bawah z = 4−x²−y² di atas bidang xy (z≥0).
Soal 5: Luas Region
Hitung luas region D dibatasi oleh y = x² dan y = x.
Soal 6: Nilai Rata-rata
Hitung nilai rata-rata f(x,y) = xy pada persegi [0,2]×[0,2].
Soal 7: Polar Coordinates
Hitung ∫∫D √(x²+y²) dA, D = disk radius 2 berpusat di origin.
Soal 8: Triple Integral — Spherical
Hitung ∫∫∫E (x²+y²+z²) dV dengan E = bola unit (x²+y²+z² ≤ 1).
Soal 9: Centroid Setengah Disk
Hitung centroid setengah disk D = {(x,y) : x²+y² ≤ R², y ≥ 0}.
Koneksi ke Ilmu Komputer
Image Processing: Konvolusi 2D — (I ∗ K)(x,y) = ∫∫ I(u,v) K(x−u, y−v) du dv — adalah integral ganda. Gaussian blur, Sobel edge detection, dan setiap CNN layer mengaplikasikan integral ganda diskrit.
Probability & Marginalization: P(X∈D) = ∫∫D f(x,y) dA. Marginal distributions diperoleh via integration. Bayesian inference: posterior ∝ likelihood × prior, normalized via integral di parameter space.
Monte Carlo Integration: Untuk integral berdimensi tinggi (n ≳ 6), MC sampling lebih efisien daripada quadrature: I ≈ (V/N)Σ f(xi) dengan xi sampel uniform — dasar untuk path tracing (graphics), policy gradient (RL), dan stochastic variational inference.
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Ref: Purcell 9e Bab 13.1–13.3 · Stewart 9e Bab 15.1–15.3 · Marsden-Tromba 6e Bab 5.1–5.3
Mudah (Easy) — Setup Integral Dasar
1. Hitung ∫∫R 6xy dA, R = [1,2]×[0,1].
2. Hitung ∫∫R (x + 2y) dA, R = [0,3]×[0,2].
3. Hitung luas daerah segitiga T: 0 ≤ x ≤ 2, 0 ≤ y ≤ x menggunakan integral iterasi.
4. Nyatakan volume di bawah z = 4 − x² − y² di atas R = [0,1]×[0,1] sebagai integral iterasi (tanpa menghitung).
Sedang (Medium) — Evaluasi dengan Teknik
1. Hitung ∫01 ∫0x ex² dy dx.
2. Hitung ∫∫D y² dA, D adalah daerah antara y = x dan y = x² (0 ≤ x ≤ 1).
3. Tukar urutan integrasi: ∫01 ∫y1 sin(x²) dx dy, lalu hitung.
4. Hitung nilai rata-rata f(x,y) = x²+y di atas R = [0,2]×[0,3].
Sulit (Hard) — Multi-step, Perubahan Variabel, Region Kompleks
1. Hitung ∫∫D (x+y)2 dA, D adalah disk x²+y² ≤ 1, menggunakan substitusi u=x+y, v=x−y.
2. Tukar urutan ∫01∫x√x f(x,y) dy dx dan gambarkan region (SVG di bawah).
3. Hitung volume solid di bawah z = √(x²+y²) di atas daerah x²+y² ≤ 4 menggunakan integral iterasi Cartesian.
4. Gunakan Teorema Fubini untuk membalik urutan integrasi ∫0π∫xπ (sin y)/y dy dx, lalu selesaikan.
Aplikasi (Mixed) — Massa, Fisika, Statistika
1. Massa & Centroid: Plat segitiga D: 0≤x≤1, 0≤y≤1−x, densitas ρ(x,y)=x+y. Hitung massa M dan koordinat centroid (x̄,ȳ).
2. Fisika — Momen Inersia: Lempengan persegi [0,a]×[0,a], densitas seragam ρ0. Hitung momen inersia Iz = ∫∫(x²+y²)ρ0 dA terhadap sumbu z.
3. Normalisasi Distribusi Gaussian: Konstanta normalisasi Gaussian 2D adalah ∫−∞∞∫−∞∞e−(x²+y²)/s²dx dy. Hitung nilainya dengan mengubah ke koordinat polar, lalu simpulkan nilai integral Gauss 1D.