Beranda/Kalkulus 3

Kalkulus 3 — Pertemuan 1

Vektor di R² dan R³

Komponen, magnitude, unit vector, direction angles — bahasa dasar untuk ruang multidimensi.

Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 11.1–11.2. — Marsden & Tromba, Vector Calculus 6th ed., Ch. 1.

Mengapa Vektor Penting?

Vektor bukan sekadar “panah.” Vektor mewakili besaran yang memiliki arah dan magnitude: gaya, kecepatan, percepatan, gradien, medan listrik. Kalkulus 3 memperluas Kalkulus 1–2 ke banyak dimensi, dan vektor adalah alat utamanya.

Vektor juga jembatan menuju grafika komputer dan fisika: posisi, kecepatan, gaya, dan normal permukaan semuanya vektor. Menguasai R² dan R³ secara mendalam membuat perluasan ke dimensi lebih tinggi terasa wajar.

1. Definisi Vektor & Komponen

Definisi (Vektor)

Vektor v di Rn adalah n-tuple terurut bilangan real. Di R³:

v = ⟨v1, v2, v3⟩ = v1i + v2j + v3k

dimana i = ⟨1,0,0⟩, j = ⟨0,1,0⟩, k = ⟨0,0,1⟩ adalah standard basis vectors.

Vektor dari Dua Titik

Vektor dari titik A(a1, a2, a3) ke B(b1, b2, b3):

AB = B − A = ⟨b1−a1, b2−a2, b3−a3

Perhatikan: vektor hanya bergantung pada perbedaan titik akhir dan awal, bukan posisi absolut. Ini menjadikan vektor translation-invariant.

Visualisasi: Vektor & Komponennya di R²

xyOv = ⟨3, 4⟩vx = 3vy = 4||v|| = √(3² + 4²) = √25 = 5

2. Magnitude (Norma)

Definisi (Magnitude / Norma Euclidean)

||v|| = √(v1² + v2² + v3²)

Ini adalah jarak Euclidean dari origin ke titik (v1, v2, v3), generalisasi langsung dari Teorema Pythagoras ke 3D.

Sifat-sifat Norma

1. ||v|| ≥ 0, dan ||v|| = 0 ⇔ v = 0  (definiteness)
2. ||cv|| = |c| · ||v||  (homogeneity)
3. ||u + v|| ≤ ||u|| + ||v||  (triangle inequality)

Ketiga sifat ini menjadikan (Rn, ||·||) sebuah normed vector space — fondasi analisis fungsional.

3. Unit Vector & Direction Angles

Definisi (Unit Vector)

û = v / ||v||   sehingga ||û|| = 1

Unit vector mempertahankan arah v tetapi meng-normalisasi panjangnya menjadi 1. Proses ini disebut normalisasi.

Definisi (Direction Angles & Direction Cosines)

Sudut α, β, γ antara v dan sumbu x, y, z (berturut-turut):

cos α = v1/||v||,   cos β = v2/||v||,   cos γ = v3/||v||

cos²α + cos²β + cos²γ = 1

Direction cosines adalah komponen dari unit vector: û = ⟨cos α, cos β, cos γ⟩.

Visualisasi: Direction Angles di R³

xyzOvαβγ

Sudut α, β, γ adalah sudut antara vektor v dan masing-masing sumbu koordinat.

4. Operasi Vektor

Penjumlahan Vektor

a + b = ⟨a1+b1, a2+b2, a3+b3

Geometris: aturan segitiga atau jajargenjang.

Perkalian Skalar

cv = ⟨cv1, cv2, cv3

c > 0: searah, c < 0: berlawanan, c = 0: vektor nol.

Sifat Aljabar Vektor

a + b = b + a (komutatif)
(a+b)+c = a+(b+c) (asosiatif)
a + 0 = a (identitas)
a + (−a) = 0 (invers)
c(da) = (cd)a
c(a+b) = ca+cb (distribusi)

Sifat-sifat ini menjadikan Rn sebuah vector space (ruang vektor) atas lapangan R.

Visualisasi: Aturan Jajargenjang

Oaba + bAturan jajargenjang: diagonal = a + b

Visualisasi: Perkalian Skalar

v2v (lebih panjang, searah)−v (berlawanan arah)

5. Kalkulator Vektor Interaktif

Magnitude, Unit Vector & Direction Angles

Masukkan komponen vektor v

v = ⟨,,

||v|| = 7.0711

û = ⟨0.4243, 0.5657, 0.7071

α = 64.90°, β = 55.55°, γ = 45.00°

Penjumlahan & Pengurangan Vektor 2D

a = ⟨,⟩    b = ⟨,

||a|| = 2.2361,  ||b|| = 3.1623

a + b = ⟨3, 4⟩,  magnitude = 5.0000

Perkalian Skalar

c =  v = ⟨,

cv = ⟨6, -2

||v|| = 3.1623,  ||cv|| = 6.3246 = |c| · ||v||

6. Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1: Magnitude & Unit Vector

Tentukan unit vector dari v = ⟨1, 2, 2⟩.

Soal 2: Vektor dari Dua Titik

Tentukan vektor dari A(1, 3, −2) ke B(4, 1, 5) dan panjangnya.

Soal 3: Kombinasi Linear

Jika a = ⟨2, −1, 3⟩ dan b = ⟨1, 4, −2⟩, hitung 2a − 3b dan magnitudenya.

Soal 4: Direction Cosines

Tentukan direction angles α, β, γ untuk v = ⟨3, 4, 0⟩.

Soal 5: Titik Tengah & Pembagian Ruas Garis

Tentukan titik yang membagi ruas garis dari A(2, 1, −3) ke B(8, 7, 3) dengan rasio 2:1.

Soal 6: Pembuktian Segitiga Inequality

Verifikasi triangle inequality untuk u = ⟨1, 2⟩ dan v = ⟨3, −1⟩.

Koneksi ke Ilmu Komputer

Computer Graphics: Vektor digunakan untuk representasi posisi, arah kamera, normal surface, dan transformasi objek 3D.

Machine Learning: Feature vector mewakili data point di Rn; jarak Euclidean mengukur kemiripan.

Purcell, E.J., Varberg, D. & Rigdon, S. (2007). Calculus, 9th ed. Pearson, Bab 11.1–11.2. — Marsden, J.E. & Tromba, A.J. (2012). Vector Calculus, 6th ed. W.H. Freeman, Ch. 1.

Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian

Ref: Purcell 9e Bab 11.1–11.2 • Stewart 9e Bab 12.2 • Marsden-Tromba 6e Ch. 1

Mudah — Operasi Dasar Vektor

M1. Komponen dan Magnitudo

Diberikan u = ⟨2, −3, 6⟩. Hitung ||u|| dan unit vector û.

M2. Penjumlahan Vektor

a = ⟨1,2,3⟩, b = ⟨4,−1,0⟩. Hitung 2a − 3b.

M3. Vektor Posisi dan Titik Tengah

P = (1,3,−2), Q = (5,1,4). Hitung vektor PQ dan titik tengah M.

M4. Panjang dan Verifikasi Orthogonal

Apakah u = ⟨3,4,0⟩ dan v = ⟨0,0,1⟩ orthogonal?

Sedang — Kombinasi 2+ Konsep

S1. Proyeksi Vektor

Hitung projba untuk a=⟨2,3,−1⟩, b=⟨1,2,2⟩.

S2. Sudut antar Vektor + Interpretasi

Hitung sudut antara u=⟨1,1,0⟩ dan v=⟨0,1,1⟩.

S3. Decomposisi Vektor

Urai F=⟨5,3,2⟩ menjadi komponen sejajar dan tegak lurus terhadap d=⟨1,0,0⟩.

S4. Triangle Inequality di R³

Buktikan ||a+b|| ≤ ||a|| + ||b|| untuk a=⟨3,0,4⟩, b=⟨0,12,0⟩.

Sulit — Multi-Step Strategy

H1. Kemiringan Basis terhadap Luas

Diberikan basis B = {b1=⟨4,1,0⟩, b2=⟨3,5,0⟩}. Hitung rasio δ(B) = ‖b1‖⋅‖b2‖ / |det(B)|, lalu tafsirkan artinya secara geometris.

H2. Gram-Schmidt Langkah 1

Lakukan orthogonalisasi Gram-Schmidt pada v1=⟨1,1,0⟩, v2=⟨1,0,1⟩, v3=⟨0,1,1⟩.

H3. Vektor Normal ke Bidang + Visualisasi

Tiga titik: A(1,0,0), B(0,2,0), C(0,0,3). Cari vektor normal bidang dan verifikasi dengan persamaan bidang.

H4. Cross Product Right-Hand Rule

i×j=k, j×k=i, k×i=j. Buktikan anti-commutativity: u×v = −(v×u) untuk u=⟨1,2,0⟩, v=⟨0,1,3⟩.

Aplikasi / Mixed — Kasus Nyata

A1. Physics: Momen Gaya (Torque)

Lengan momen r=⟨0,0.5,0⟩ m dan gaya F=⟨10,0,0⟩ N. Hitung torque τ = r×F dan intepretasi arahnya.

A2. Computer Graphics: Lambert Shading

Normal surface n = ⟨0,0,1⟩, arah cahaya L = ⟨1,1,1⟩/√3. Hitung intensitas diffuse I = max(0, n·L).

A3. Jarak Terdekat Sensor ke Lintasan Lurus

Sebuah drone bergerak lurus melalui titik asal dengan arah u=⟨3,4⟩. Tiga sensor berada di P1=⟨5,0⟩, P2=⟨−2,4⟩, dan P3=⟨0,5⟩. Hitung jarak tegak lurus tiap sensor ke lintasan memakai ‖P − projuP‖, lalu tentukan sensor mana yang paling dekat.