Kalkulus 3 — Pertemuan 7
Max/Min Multivariabel & Lagrange Multipliers
Titik kritis, uji turunan kedua (Hessian), dan optimisasi dengan constraint menggunakan Lagrange.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 12.7–12.8. — Stewart, Calculus 9th ed., Bab 14.7–14.8.
Optimisasi: Inti Matematika Terapan
Mencari max/min fungsi multivariabel ada di mana-mana: melatih neural network (minimize loss), desain teknik (minimize cost subject to constraints), ekonomi (maximize profit). Di pertemuan ini, kita pelajari dua tool utama: second derivative test (tanpa constraint) dan Lagrange multipliers (dengan constraint).
1. Titik Kritis
Definisi (Titik Kritis)
Titik (a,b) adalah titik kritis f(x,y) jika:
Analog Kalkulus 1: f′(x) = 0. Tetapi titik kritis bisa berupa local max, local min, atau saddle point.
2. Uji Turunan Kedua (Hessian)
Teorema (Second Derivative Test)
Di titik kritis (a,b), definisikan diskriminan Hessian:
D > 0, fxx > 0: MINIMUM LOKAL (lembah)
D > 0, fxx < 0: MAKSIMUM LOKAL (puncak)
D < 0: SADDLE POINT (pelana)
D = 0: TES TIDAK KONKLUSIF — perlu analisis lebih lanjut
Hessian Matrix
| fyx fyy |
D > 0 berarti kedua eigenvalue Hessian memiliki tanda sama. fxx menentukan tandanya: positif = min (surface curves up), negatif = max (surface curves down).
Visualisasi: Saddle Point z = x² − y²
3. Lagrange Multipliers
Teorema (Lagrange Multipliers)
Untuk memaksimalkan/meminimalkan f(x,y) subject to constraint g(x,y) = 0:
Sistem: fx = λgx, fy = λgy, g(x,y) = 0 — tiga persamaan, tiga unknown (x, y, λ).
Makna Geometris Lagrange
Di titik optimum pada constraint, ∇f dan ∇g harus sejajar (satu adalah kelipatan skalar yang lain). Mengapa?
Jika ∇f memiliki komponen sepanjang constraint curve, kita masih bisa bergerak sepanjang constraint untuk meningkatkan f.
Di optimum, tidak bisa lagi meningkatkan f sambil tetap di constraint ⇒ ∇f tegak lurus constraint ⇒ ∇f sejajar ∇g (karena ∇g juga tegak lurus constraint).
Visualisasi: Gradient Sejajar di Titik Optimum
Animasi: Level Curves Mengecil & Tangency Point Bergerak
Lagrange optimum = level curve terkecil yang masih menyentuh constraint. Pada titik tangency, gradient kedua fungsi sejajar.
4. Bordered Hessian untuk Constrained Optimization
Definisi (Bordered Hessian)
Untuk problem “optimize f(x,y) subject to g(x,y)=0”, definisikan Lagrangian L = f − λg. Bordered Hessian adalah matriks (n+m)×(n+m):
| gx Lxx Lxy |
| gy Lyx Lyy |
Matrix “border” = baris & kolom dari constraint gradient ∇g; “core” = Hessian Lagrangian.
Test Klasifikasi (Constrained Second-Order)
Untuk 1 constraint, 2 variabel (n=2, m=1) di titik kritis Lagrange:
det(H̅) > 0 ⇒ MAKSIMUM lokal terkonstrain
det(H̅) < 0 ⇒ MINIMUM lokal terkonstrain
Catatan: kriteria tanda terbalik dibandingkan unconstrained Hessian! Karena (−1)m+1 = (−1)2 = +1 untuk min menjadi (−1) untuk max via konvensi.
Contoh: Min f = x²+y² s.t. x+y=4
L = x²+y² − λ(x+y−4)
Critical point: (2,2,λ=4). Lxx = Lyy = 2, Lxy = 0, gx = gy = 1.
H̅ = | 0 1 1 | / | 1 2 0 | / | 1 0 2 |
det = 0·(4) − 1·(2) + 1·(−2) = −4 < 0
⇒ (2,2) adalah MIN terkonstrain ✓
5. Multiple Constraints
Lagrange dengan k Constraints
Untuk minimize/maximize f(x) subject to g1(x) = 0, ..., gk(x) = 0:
∇f harus berada di span {∇g1, …, ∇gk}. Sistem: n + k persamaan, n + k unknown (x1,…,xn, λ1,…,λk).
Geometris: feasible set = irisan k hypersurfaces (manifold berdimensi n−k). Optimum dicapai saat ∇f tegak lurus terhadap manifold ini.
Contoh: 2 Constraints di R³
Min f = x + 2y + 3z subject to:
g1: x + y + z = 1
g2: x² + y² + z² = 1
Feasible set = perpotongan bidang dengan bola = lingkaran di R³.
∇f = ⟨1,2,3⟩, ∇g1 = ⟨1,1,1⟩, ∇g2 = ⟨2x,2y,2z⟩
Sistem: 1 = λ1 + 2λ2x, 2 = λ1 + 2λ2y, 3 = λ1 + 2λ2z
Kurangkan: 1 = 2λ2(y−x), 1 = 2λ2(z−y) ⇒ y − x = z − y ⇒ 2y = x + z
Dari constraint 1: y = (1−x−z)/(?)... gunakan numerik atau parametrisasi lingkaran.
Solusi numerik (proyeksi gradient): titik kritis ≈ (−0.236, 0.333, 0.902).
6. KKT Conditions (Inequality Constraints)
Generalisasi: Inequality Constraints
Lagrange menangani equality g(x) = 0. Untuk inequality g(x) ≤ 0, kita butuh Karush-Kuhn-Tucker (KKT) conditions:
Minimize f(x) subject to gi(x) ≤ 0, hj(x) = 0. Lagrangian:
Empat KKT Conditions
1. Stationarity
∇f(x*) + Σi μi∇gi(x*) + Σj νj∇hj(x*) = 0
Generalisasi ∇L = 0.
2. Primal Feasibility
gi(x*) ≤ 0, hj(x*) = 0
Solusi memenuhi semua constraints.
3. Dual Feasibility
μi ≥ 0 (untuk semua i)
Multiplier inequality non-negatif (ν bebas tanda untuk equality).
4. Complementary Slackness
μi · gi(x*) = 0 (untuk semua i)
Untuk setiap inequality: either constraint aktif (gi=0) or multiplier nol (μi=0). Constraint yang “tidak mengikat” di optimum harus memiliki μ=0.
KKT in Practice
- SVM (Support Vector Machines): dual problem dirumuskan via KKT. Support vectors = data points dengan μi > 0 (constraint margin aktif).
- Quadratic Programming: KKT memberi sistem linear yang dapat dipecahkan secara efisien.
- Convex Optimization: Untuk masalah konveks dengan constraint qualification (Slater’s condition), KKT necessary & sufficient untuk optimality.
- Interior Point Methods: menggantikan complementary slackness dengan barrier (μ·g = μ log barrier), menghasilkan path konvergen ke optimum KKT.
7. Kalkulator Interaktif
Klasifikasi Titik Kritis (Hessian Test)
Masukkan nilai turunan kedua di titik kritis
D = (4)(2) − (1)² = 7
MINIMUM LOKAL
Contoh Langkah Demi Langkah
Minimize f(x,y) = x²+y² subject to x+y = 4
g(x,y) = x + y − 4 = 0
∇f = ⟨2x, 2y⟩, ∇g = ⟨1, 1⟩
2x = λ(1) ⇒ λ = 2x
2y = λ(1) ⇒ λ = 2y
Dari (1) dan (2): 2x = 2y ⇒ x = y
Constraint: x + y = 4, x = y ⇒ x = y = 2
Minimum f(2,2) = 8, dengan λ = 4
8. Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Titik Kritis & Klasifikasi
Temukan dan klasifikasi semua titik kritis f(x,y) = x³ + y³ − 3xy.
Soal 2: Lagrange Sederhana
Maximize f(x,y) = xy subject to x²+y² = 8.
Soal 3: Absolute Extrema
Tentukan max/min absolut f(x,y) = x²+2y²−2x pada D: x²+y² ≤ 4.
Soal 4: Saddle Point Detection
Tunjukkan bahwa f(x,y) = x²−y² memiliki saddle point di origin.
Soal 5: Lagrange dengan 3 Variabel
Minimize f(x,y,z) = x²+y²+z² subject to x+y+z = 12.
Soal 6: Interpretasi λ
Untuk soal 5, apa makna λ = 8?
Soal 7: Bordered Hessian
Untuk min f = xy s.t. x²+y²=2 di titik kritis (1,1, λ=−1/2)? Hitung tanda det(H̅).
Soal 8: Multiple Constraints
Min f = x²+y²+z² subject to x+y+z=1 dan x+2y+3z=6.
Soal 9: KKT (Inequality)
Min f = (x−2)² + (y−1)² subject to x ≥ 0, y ≥ 0, x+y ≤ 2.
Koneksi ke Ilmu Komputer
ML Optimization: Training = minimize loss. Second-order methods (Newton’s method) menggunakan Hessian. Saddle points menghambat training deep networks (Dauphin et al., 2014).
Constrained Optimization & SVM: Support Vector Machine menggunakan Lagrange multipliers; dual problem — max Σαi − (1/2)ΣΣ αiαjyiyjK(xi,xj) s.t. Σαiyi=0, 0≤αi≤C — menghasilkan support vectors (data dengan αi > 0 via complementary slackness KKT).
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Ref: Purcell 9e Bab 12.7–12.8 • Stewart 9e Bab 14.7–14.8 • Marsden-Tromba 6e Ch. 3.3
Mudah — Extrema Tanpa Constraint
M1. Titik Kritis Polinom
f(x,y) = x² + y² − 2x − 4y + 5. Cari semua titik kritis.
M2. Second Derivative Test (D-test)
f(x,y) = x³ + y³ − 3xy. Identifikasi semua titik kritis dan klasifikasikan dengan D-test.
M3. Lagrange Satu Constraint Sederhana
Maksimum f(x,y) = xy dengan constraint x+y = 10.
M4. Extrema di Closed Region
f(x,y) = x²+2y² di region x²+y² ≤ 1. Cari nilai max dan min absolut.
Sedang — Kombinasi D-Test + Lagrange
S1. Optimasi Jarak Minimum (Lagrange)
Cari titik di bidang 2x+y−z=5 yang terdekat dengan origin.
S2. Box Maksimal Volume
Kotak tanpa tutup (5 sisi) memiliki SA = 12 m². Maksimalkan volume V = xyz dengan x⋅y⋅z constraint SA.
S3. Titik Kritis Fungsi 3 Variabel
f(x,y,z) = x²+2y²+3z²−2xy+2yz. Cari titik kritis.
S4. Lagrange + Ekonomi (Cobb-Douglas)
Max output Q = L0.6K0.4 s.t. 5L + 10K = 600 (budget constraint).
Sulit — Multi-Step + Visualisasi Lagrange
H1. Lagrange Level Curve Intersection + SMIL
f(x,y) = x²+y²; constraint g(x,y) = x + y = 2. Visualisasikan level curve f dan constraint meeting point (Lagrange condition).
H2. Max/Min pada Ellipse (Lagrange)
Cari extrema f(x,y) = 3x + 4y pada ellipse 9x² + 16y² = 144.
H3. SVM Primal Problem (Lagrange)
SVM: min ||w||²/2 s.t. yi(w·xi+b)≥1. Untuk dua titik (x1=1,y1=+1) dan (x2=−1,y2=−1), cari w, b optimal di R¹.
H4. Minimisasi Berkendala pada Nilai Bilangan Bulat
Sebuah gudang hanya dapat menyimpan barang dalam jumlah bulat pada dua rak, sedangkan titik optimal hasil perhitungan kontinu adalah t = (2,3 ; 1,7). Rumuskan pencarian susunan bulat terdekat sebagai masalah minimisasi, selesaikan dengan pembulatan, lalu hitung galat ‖v − t‖.
Aplikasi / Mixed
A1. Economics: Utility Maximization
Utility U(x,y) = x1/2y1/2; budget 4x + 2y = 40. Cari bundle optimal dan nilai U max.
A2. Neural Network: Optimal Weight via Lagrange
Min L = (w1−3)²+(w2−4)² (distance from target) s.t. w1+w2=5 (norm-1 constraint). Cari weight optimal.
A3. Optimasi Berkendala & Harga Bayangan
Sebuah pabrik memaksimalkan keuntungan K(x,y) dengan kendala anggaran B(x,y) ≤ B₀. Rumuskan sebagai masalah maksimum berkendala dan tafsirkan makna pengali Lagrange λ pada titik optimum.