Kalkulus 3 — Pertemuan 6
Gradient & Turunan Berarah
Gradient menunjukkan arah pendakian tercuram; turunan berarah mengukur laju perubahan di arah apa pun.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 12.5–12.6. — Stewart, Calculus 9th ed., Bab 14.5–14.6.
Koneksi Besar: Gradient = Arah Tercuram
Turunan parsial memberi laju perubahan di arah x dan y saja. Bagaimana jika kita ingin laju perubahan di arah sembarang? Itulah turunan berarah. Dan ternyata, dari semua kemungkinan arah, ada satu yang memberikan laju perubahan maksimal — arah itu tepat ditunjuk oleh gradient.
Gradient descent dalam machine learning adalah aplikasi langsung: ikuti −∇f untuk meminimalkan loss!
1. Gradient
Definisi (Gradient)
Di R³: ∇f = ⟨fx, fy, fz⟩. Gradient adalah vektor — bukan skalar!
Makna Geometris Gradient
1. Arah: ∇f menunjuk ke arah kenaikan tercuram (steepest ascent) dari f.
2. Magnitude: ||∇f|| = laju perubahan maksimal di titik tersebut.
3. Tegak lurus kontur: ∇f selalu tegak lurus terhadap level curve f(x,y) = k yang melewati titik tersebut.
4. Nol di extremum: Di titik max/min lokal, ∇f = 0.
Visualisasi: Gradient Tegak Lurus Kontur
2. Turunan Berarah (Directional Derivative)
Teorema (Directional Derivative)
Laju perubahan f di arah unit vector u = ⟨cosθ, sinθ⟩:
Syarat: u harus unit vector (||u|| = 1).
Kasus Khusus
3. Chain Rule Multivariabel
Teorema (Chain Rule)
Jika z = f(x,y) dengan x = x(t), y = y(t):
Jika z = f(x,y) dengan x = x(s,t), y = y(s,t):
Diagram Pohon: z = f(x(t), y(t))
dz/dt = (∂f/∂x)(dx/dt) + (∂f/∂y)(dy/dt)
4. Gradient = Direction of Steepest Ascent
Teorema (Steepest Ascent)
Di antara semua unit vector u, turunan berarah Duf dimaksimalkan ketika u = ∇f / ||∇f||, dengan nilai maksimum = ||∇f||.
Bukti
Duf = ∇f · u (definisi)
= ||∇f|| · ||u|| · cos θ (definisi dot product)
= ||∇f|| · cos θ (karena u unit, ||u||=1)
dimana θ = sudut antara u dan ∇f.
Karena −1 ≤ cos θ ≤ 1:
−||∇f|| ≤ Duf ≤ ||∇f||
Maksimum tercapai saat cos θ = 1 ⇔ θ = 0 ⇔ u sejajar ∇f.
Minimum tercapai saat θ = π ⇔ u = −∇f/||∇f|| (arah steepest descent). ■
Konsekuensi Geometris
- Kontur: u ⊥ ∇f ⇒ cos θ = 0 ⇒ Duf = 0. Bergerak sepanjang level curve tidak mengubah f.
- Lookahead: Magnitude ||∇f|| = laju maksimal — berapa cepat f naik di arah optimal.
- Hill climbing: Ikuti +∇f untuk mencari maksimum, −∇f untuk minimum.
5. Gradient Descent dalam Machine Learning
Algoritma Inti
# Gradient Descent
w = initial_guess
while not converged:
grad = compute_gradient(loss, w)
w = w - α * grad # α = learning rate
Setiap langkah bergerak di arah −∇Loss (steepest descent) dengan langkah panjang α.
Visualisasi: Gradient Descent pada f(x,y) = x² + y²
Pengaruh Learning Rate α
α terlalu kecil
Konvergen sangat lambat. Banyak iterasi diperlukan; mungkin terjebak di plateau.
α ideal
Penurunan loss konsisten. Untuk fungsi konveks dengan Lipschitz gradient, α ≤ 1/L menjamin konvergensi.
α terlalu besar
Berosilasi melewati minimum, atau divergen ke infinity. “Loss explosion” di neural networks.
Praktik modern: Adam, AdaGrad, RMSProp adalah variants gradient descent dengan adaptive learning rate per parameter. Cosine annealing & warmup schedules membantu training large language models.
Animasi: Gradient Field f(x,y) = x² + y²
Vector field memvisualisasikan ∇f di setiap titik. Untuk f = x²+y²: ∇f = (2x, 2y) selalu menunjuk menjauhi origin.
6. Kalkulator Interaktif
Gradient & Directional Derivative
f(1,2) = 5.0000
∇f = ⟨2.0000, 4.0000⟩
||∇f|| = 4.4721 (laju perubahan maks)
Unit: û = ⟨0.7071, 0.7071⟩
Duf = ∇f · û = 4.2426
Chain Rule: z = x²+y², x = cos t, y = sin t
x(1) = cos(1) = 0.5403, y(1) = sin(1) = 0.8415
fx = 1.0806, fy = 1.6829
dx/dt = -0.8415, dy/dt = 0.5403
dz/dt = 1.0806·-0.8415 + 1.6829·0.5403 = 0.0000
Seharusnya 0 karena x²+y² = 1 (konstan di lingkaran unit).
7. Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Gradient
Hitung ∇f untuk f(x,y) = x²ey + 3xy di titik (2,0).
Soal 2: Directional Derivative
Hitung Duf(1,2) untuk f(x,y)=x³−3xy di arah u=⟨3,4⟩/5.
Soal 3: Arah Perubahan Maksimal
Untuk f(x,y) = xey, di titik (2,0), tentukan arah perubahan tercepat dan lajunya.
Soal 4: Chain Rule
z = x²y, x = t², y = 2t+1. Hitung dz/dt di t = 1.
Soal 5: Normal ke Level Curve
Tentukan persamaan garis normal ke kurva x²+xy+y²=7 di titik (1,2).
Soal 6: Gradient di R³
Hitung ∇f untuk f(x,y,z) = x²yz + xz³ di (1,1,1).
Soal 7: Iterasi Gradient Descent
Untuk f(x,y) = x²+y² mulai dari (4,3) dengan α = 0.25, hitung dua iterasi gradient descent.
Soal 8: Arah Penurunan Tercuram
Untuk f(x,y) = x²+xy+y² di titik (1,1), arah apa kita harus bergerak (unit vector) untuk menurunkan f secepat mungkin?
Soal 9: Chain Rule Multivariabel (s,t)
z = exsin y dengan x = st, y = s+t. Hitung ∂z/∂s dan ∂z/∂t di (s,t) = (1, 0).
Koneksi ke Ilmu Komputer
Backpropagation: Setiap weight neural network di-update via ∂Loss/∂w — gradient di ruang berdimensi miliaran (GPT-4 ~ 1012 params). Reverse-mode autodiff = chain rule yang sangat efisien.
SGD & Momentum: Stochastic Gradient Descent + momentum (Polyak heavy-ball, Nesterov) mempercepat konvergensi. Adam mengkombinasikan momentum dengan adaptive learning rate per parameter.
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Ref: Purcell 9e Bab 12.5–12.6 • Stewart 9e Bab 14.5–14.6 • Marsden-Tromba 6e Ch. 3.2
Mudah — Gradient dan Turunan Terarah Dasar
M1. Gradient Polinom
f(x,y) = 2x³ − 3x²y + y². Hitung ∇f di (1,2).
M2. Turunan Terarah
f(x,y) = x²+y². Duf(1,1) ke arah u = ⟨1/√2, 1/√2⟩.
M3. Arah Perubahan Maksimal
f(x,y) = exsin y. Di (0, π/2), gradient magnitude dan arah tercepat?
M4. Gradient Tegak Lurus Level Curve
f(x,y) = x² + y². Tunjukkan ∇f(1,2) tegak lurus terhadap level curve f = 5 di titik (1,2).
Sedang — Kombinasi Gradient + Aplikasi
S1. Gradient di R³ + Normal Permukaan
F(x,y,z) = x²+y²+z²−9 = 0 (bola). Hitung normal di (1,2,2).
S2. Gradient Descent Iteration
f(x,y) = x² + 4y². Mulai (2,1), learning rate 0.1. Lakukan 2 iterasi GD.
S3. Turunan Terarah Negatif
f(x,y) = 5x + 3y di (1,1). Cari unit vector u yang membuat Duf = −5.
S4. Level Surface + Tangent Plane
Level surface F(x,y,z) = x²y + yz + z³ = 2 di (1,1,1). Cari bidang singgung.
Sulit — Multi-Step + Gradient Visualization
H1. Gradient sebagai Steepest Ascent + SVG Kontur
f(x,y) = −x² − y² (paraboloid terbalik). Visualisasikan gradient sebagai panah di beberapa titik di kontur.
H2. Persamaan Bidang Singgung Level Surface
Tunjukkan bahwa dua permukaan x²+y²+z²=30 dan xy²z=3 berpotongan secara orthogonal di (1,3,−1).
H3. Pertidaksamaan Cauchy-Schwarz dan Turunan Terarah
Buktikan Duf ≤ ||∇f|| untuk semua unit vector u, dengan equality iff u = ∇f/||∇f||.
H4. Gradien pada Kuadrat Terkecil (Least Squares)
Diberikan model galat f(s) = ‖As − c‖. Turunkan ∇sf dan jelaskan mengapa gradien menuntun kita ke nilai s yang paling cocok dengan data. Apa yang membuat pencarian ini sulit bila s dibatasi bilangan bulat?
Aplikasi / Mixed
A1. Physics: Heat Flow
Temperatur T(x,y) = 100 − x² − y². Panas mengalir berlawanan ∇T. Di (3,4), ke mana arah aliran panas dan laju perubahannya?
A2. ML: Gradient Clipping
Gradient ∇L = ⟨15, −8, 20⟩. Clip ke norm maksimum 10. Hitung gradient setelah clipping.
A3. Turunan pada Skala Logaritmik
Sebuah biaya komputasi mengikuti model log2(cost) ≈ 0,265β. Hitung ∂(log2 cost)/∂β dan tafsirkan artinya.