Kalkulus 3 — Pertemuan 12
Integral Garis & Teorema Green
Teorema Green: menghubungkan integral garis di boundary (1D) dengan integral ganda di interior (2D). Pertama dari “trinitas besar” — Green, Stokes, Divergence.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 14.3. — Stewart, Calculus 9th ed., Bab 16.4. — Marsden & Tromba, Vector Calculus 6th ed., Bab 8.1–8.2.
Ide Besar: Boundary ↔ Interior
Teorema Green adalah generalisasi 2D dari Fundamental Theorem of Calculus. FTC 1D: ∫ab f′(x) dx = f(b)−f(a). Boundary = dua titik; “integral” di boundary = selisih nilai fungsi.
Green 2D: ∮C = ∫∫D. Boundary = kurva tertutup C; integral di boundary = line integral; interior = double integral “curl”.
Pola ini berulang di dimensi lebih tinggi: Green (2D) → Stokes (3D surface) → Divergence (3D volume). Semua mengatakan hal yang sama: integral di boundary = integral derivatif di interior.
Analogi: Audit Keuangan vs Saldo Akhir
Bayangkan audit keuangan: untuk tahu total perubahan uang di seluruh organisasi (interior D), Anda bisa melakukan dua cara:
1. Audit setiap divisi: hitung ∫∫ (aliran masuk − aliran keluar) per unit area di D.
2. Cek hanya pintu masuk/keluar: hitung ∮ aliran melewati boundary C.
Teorema Green: kedua cara menghasilkan angka yang sama! Ini adalah prinsip konservasi: apa yang terjadi di interior terekam sepenuhnya di boundary.
1. Teorema Green (Circulation Form)
Teorema Green
Jika C adalah kurva tertutup sederhana positif (CCW) yang membatasi region D, dan F = ⟨P, Q⟩ memiliki turunan parsial kontinu di D∪C:
Kiri: Line integral searah CCW di boundary C. Kanan: Double integral “curl 2D” = (∂Q/∂x − ∂P/∂y) di interior D.
Syarat & Batasan Teorema Green
Visualisasi: Boundary C ↔ Interior D
C bergerak CCW. Teorema Green = “semua informasi interior D terekam di boundary C”.
2. Sketsa Bukti Teorema Green
Ide Bukti (Type I Region)
Ide: buktikan untuk region sederhana (Type I & II), lalu gabungkan via aditifitas.
3. Curl 2D: Interpretasi Fisik
Curl 2D = Sirkulasi per Unit Area
Dari Teorema Green, untuk lingkaran kecil Dε radius ε berpusat di (x0, y0):
Makna: Curl 2D = sirkulasi per satuan luas. Positif = fluida berputar CCW di sekitar titik (pusar). Nol = tidak ada rotasi (irrotational). Kunci untuk memahami aliran fluida dan medan elektromagnetik.
Visualisasi: Curl Positif vs Negatif vs Nol
4. Aplikasi Teorema Green
Menghitung Luas via Green
Pilih P=0, Q=x: ∂Q/∂x−∂P/∂y = 1. Maka ∮ x dy = ∫∫ 1 dA = Area(D). Hanya perlu informasi di boundary!
Flux Form (Divergence Theorem 2D)
Total flux (aliran keluar) melalui boundary = integral divergensi di interior. Divergensi = “sumber” atau “sink” per unit area. Versi 2D dari Divergence Theorem (P13).
5. Eksplorasi Interaktif
Bentuk-Bentuk Teorema Green
Circulation Form (Curl 2D)
∮_C P dx + Q dy = ∬_D (∂Q/∂x − ∂P/∂y) dA
Sirkulasi F sepanjang boundary = integral curl F atas interior D
Jika ∂Q/∂x − ∂P/∂y = 0 di D (konservatif), maka ∮ = 0.
Step-by-Step: Aplikasi Teorema Green
∮_C (y² dx + 3xy dy), C = boundary of [0,2]×[0,3] (CCW)
6. Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Terapkan Green Langsung
Hitung ∮C (x²y dx + xy² dy), C = boundary lingkaran x²+y²=4 (CCW).
Soal 2: Luas Ellipse via Green
Hitung luas ellipse x²/a²+y²/b²=1 menggunakan Green’s theorem.
Soal 3: Menyederhanakan Integral Garis Sulit
∮C (exsin y + 3y) dx + (excos y + 2x) dy, C = boundary persegi [0,1]×[0,1].
Soal 4: Flux via Green (Divergence 2D)
Hitung flux ∮ F·n ds untuk F=⟨x², y²⟩ melalui lingkaran x²+y²=R².
Soal 5: Verifikasi Green — Kedua Sisi
Verifikasi Green untuk ∮ (2y dx + 5x dy), C = segitiga (0,0),(2,0),(0,2) CCW.
Soal 6: Luas Cardioid via Green
Hitung luas cardioid r = 1+cosθ menggunakan rumus Green A = ½∮(x dy−y dx).
Soal 7: Shoelace Formula
Hitung luas poligon dengan vertices (0,0), (4,0), (4,3), (1,3), (1,1), (0,1) menggunakan shoelace.
Soal 8: Green di Region Berlubang (Annulus)
Hitung ∮C ⟨−y, x⟩·dr untuk C = Cout(r=2, CCW) − Cin(r=1, CW).
Koneksi ke Ilmu Komputer — Batas vs Interior & Geometri Komputasi
Shoelace & Computational Geometry: A = ½|∑(xiyi+1−xi+1yi)| adalah kasus diskret dari Green. Digunakan di: GIS (luas kawasan), collision detection, scan-line rendering, menentukan apakah titik di dalam polygon (ray casting).
Discrete Green’s Theorem (Graph): Pada Graf G = (V, E), analog diskret: ∑tepi di boundary f ≈ ∑simpul interior (∇²f). Digunakan di discrete calculus, mesh rendering, spectral graph theory.
Preview P13: Stokes & Divergence
Pola Teorema Green berulang di dimensi lebih tinggi:
Semua adalah manifestasi dari teorema tunggal: generalized Stokes theorem ∫∂M ω = ∫M dω, dimana ω adalah differential form dan d adalah operator eksterior derivative.
7. Rangkuman & Checklist Penggunaan
Kapan Pakai Teorema Green?
Generalisasi Penting
| Teorema | Boundary | Interior | Formula |
|---|---|---|---|
| FTC 1D | 2 titik {a,b} | [a,b] | ∫f′=f(b)−f(a) |
| Green (2D) | Kurva C (1D) | Region D (2D) | ∮=∬(Q_x−P_y) |
| Stokes (3D) | Kurva ∂S (1D) | Surface S (2D) | ∮=∬curl F·dS |
| Divergence | Surface ∂E (2D) | Volume E (3D) | ∯=∭div F dV |
Insight Utama P12
Teorema Green adalah salah satu hasil paling fundamental di matematika: informasi di interior terekam di batas (boundary). Ini bukan kebetulan — prinsip yang sama muncul di fisika (elektromagnetisme Maxwell), geometri diferensial, topologi, dan geometri komputasi. Dari FTC 1D → Green 2D → Stokes 3D: semuanya satu teorema, hanya berbeda dimensi.
Quick Reference: Bentuk Berguna
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Ref: Purcell 9e Bab 14.3 · Stewart 9e Bab 16.4 · Marsden-Tromba 6e Bab 8.1–8.2
Mudah (Easy) — Setup Green Dasar
1. Gunakan Green untuk hitung ∮C y dx − x dy, C = boundary kotak [0,1]×[0,1] (CCW).
2. Hitung luas disk x²+y² ≤ R² menggunakan rumus Green A=(1/2)∮(x dy−y dx).
3. Verifikasi Green untuk ∮C excos y dx − exsin y dy dengan C any closed curve di R². Berapa nilainya?
4. Hitung luas ellipse x²/4+y²/9=1 menggunakan Green.
Sedang (Medium) — Green dengan Berbagai Region
1. Hitung ∮C (y²dx+3xy dy) di mana C = boundary [0,2]×[0,3] (CCW).
2. Hitung ∮C (−y³dx+x³dy), C=lingkaran x²+y²=4 (CCW). Gunakan Green.
3. Hitung flux ∮CF·n ds, F=⟨x²,y²⟩, C=boundary segitiga (0,0),(1,0),(0,1) (CCW).
4. Gunakan Green untuk menghitung ∮CF·dr, F=⟨x²y,xy²⟩, C=boundary segitiga (0,0),(2,0),(0,2) (CCW).
Sulit (Hard) — Green Terbalik, Region Berlubang, Orientasi
1. Gunakan Green TERBALIK: hitung ∫∫D(esin x+y)dA, D=disk x²+y²≤1, dengan mengubah ke integral garis.
2. Green pada region berlubang: D adalah annulus 1≤r≤2, F=⟨y,x⟩. Hitung ∮∂DF·dr (CCW luar, CW dalam).
3. Hitung ∮C(x²y dx−xy²dy), C = lingkaran x²+y²=a² (CCW). Hasilkan dalam a.
4. Buktikan bahwa ∮Cf ∇g·dr = ∫∫D(fΔg+∇f·∇g)dA (Green's identity pertama) menggunakan Green's theorem (flux form).
Aplikasi (Mixed) — Fluks Vektor, Planimeter & Luas Jajaran Genjang
1. Fluid Flow: Medan kecepatan v=⟨x,−y⟩. Hitung flux keluar melalui persegi [0,1]×[0,1] menggunakan Green (flux form).
2. Planimeter Amsler: Instrumen mekanik menghitung luas dengan menelusuri boundary. Teori: A=(1/2)|∮(x dy−y dx)|. Hitung luas segiempat (0,0),(3,0),(3,2),(0,2) secara manual.
3. Luas Jajaran Genjang lewat Teorema Green: Jajaran genjang dibangun oleh vektor b1=⟨a,b⟩ dan b2=⟨c,d⟩. Buktikan dengan rumus shoelace (bentuk diskret Teorema Green) bahwa luasnya = |ad − bc| = |det B|.