Kalkulus 3 — Pertemuan 2
Dot Product & Cross Product
Dua operasi perkalian vektor: dot product mengukur keselarasan arah, cross product menghasilkan vektor tegak lurus.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 11.3–11.4. — Marsden & Tromba, Vector Calculus 6th ed., Ch. 1.3–1.4.
Mengapa Dua Jenis Perkalian?
Bilangan real hanya memiliki satu perkalian. Vektor memiliki dua, masing-masing menjawab pertanyaan berbeda: dot product menjawab “seberapa searah?” (hasilnya skalar), cross product menjawab “apa vektor tegak lurusnya?” (hasilnya vektor). Kedua operasi ini digunakan secara intensif di fisika, grafika komputer, dan pengolahan sinyal.
1. Dot Product (Perkalian Titik)
Definisi (Dot Product / Inner Product)
Untuk a = ⟨a1, a2, a3⟩ dan b = ⟨b1, b2, b3⟩:
Teorema (Interpretasi Geometris)
dimana θ ∈ [0, π] adalah sudut antara a dan b. Dari sini: cos θ = (a·b) / (||a|| ||b||).
Makna Mendalam: Proyeksi
Dot product mengukur “seberapa banyak a searah dengan b”:
Scalar projection: compba = (a·b) / ||b||
Vector projection: projba = [(a·b) / ||b||²] b
Bayangkan sinar matahari tegak lurus b: bayangan a pada garis b adalah proyeksi vektor.
Visualisasi: Sudut & Proyeksi
Teorema (Ortogonalitas)
Dua vektor non-zero ortogonal jika dan hanya jika dot product-nya nol (karena cos 90° = 0).
Sifat-sifat Dot Product
2. Cross Product (Perkalian Silang)
Definisi (Cross Product) — Hanya di R³
Untuk a, b ∈ R³:
Hasilnya adalah vektor yang tegak lurus terhadap KEDUA a dan b.
Teorema (Magnitude & Makna Geometris)
Makna: magnitude cross product = luas jajargenjang yang dibentuk oleh a dan b.
Arah ditentukan oleh right-hand rule: jari-jari curl dari a ke b, ibu jari menunjuk arah a×b.
Visualisasi: Cross Product & Luas Jajargenjang
Peringatan: Sifat yang BERBEDA dari Perkalian Biasa
ANTIKOMUTATIF: a×b = −(b×a) — urutan PENTING! Membalik urutan mengubah tanda.
BUKAN ASOSIATIF: (a×b)×c ≠ a×(b×c) pada umumnya.
Self-cross = 0: a×a = 0 karena sin 0° = 0.
Distributif OK: a×(b+c) = a×b + a×c
Determinan & Cross Product
Cross product dapat dihitung sebagai determinan formal:
Tabel Cross Product Vektor Basis
| × | i | j | k |
|---|---|---|---|
| i | 0 | k | −j |
| j | −k | 0 | i |
| k | j | −i | 0 |
Cyclic: i×j=k, j×k=i, k×i=j. Anti-cyclic: tanda negatif.
3. Scalar Triple Product
Teorema (Scalar Triple Product)
Hasilnya = volume parallelepiped yang dibentuk oleh a, b, c (dengan tanda).
Jika a·(b×c) = 0, maka a, b, c coplanar (terletak di satu bidang).
4. Aplikasi Penting
Kerja (Work)
W = F · d
Hanya komponen gaya yang searah perpindahan melakukan kerja.
Torsi (Torque)
τ = r × F
Momen gaya; arah torsi tegak lurus bidang r-F.
Luas Segitiga
A = ½ ||AB×AC||
Setengah luas jajargenjang dari dua sisi.
Normal Bidang
n = AB×AC
Vektor normal bidang yang memuat A, B, C.
5. Kalkulator Interaktif
Kalkulator Dot Product
a·b = 5
||a|| = 3.1623, ||b|| = 2.2361
cos θ = 0.707107, θ = 45.00°
compba = 2.2361, compab = 1.5811
Kalkulator Cross Product
a×b = ⟨0, 0, 1⟩
||a×b|| = 1.0000 (= luas jajargenjang)
Verifikasi ⊥: (a×b)·a = 0.0000, (a×b)·b = 0.0000
6. Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Sudut antara Dua Vektor
Tentukan sudut antara a = ⟨1, 2, 3⟩ dan b = ⟨4, −5, 6⟩.
Soal 2: Ortogonalitas
Tentukan c agar ⟨2, c, −1⟩ tegak lurus ⟨1, 3, 5⟩.
Soal 3: Proyeksi Vektor
Hitung projba untuk a = ⟨3, −1, 2⟩ dan b = ⟨1, 1, 1⟩.
Soal 4: Cross Product
Hitung ⟨2, 3, 4⟩ × ⟨5, 6, 7⟩ dan verifikasi.
Soal 5: Luas Segitiga
Hitung luas segitiga vertices A(1,0,0), B(0,2,0), C(0,0,3).
Soal 6: Volume Parallelepiped
Volume parallelepiped oleh a=⟨1,0,−1⟩, b=⟨0,2,1⟩, c=⟨3,1,0⟩.
Koneksi ke Ilmu Komputer
Graphics: Dot product untuk lighting (Lambert cosine), cross product untuk surface normals dan backface culling.
ML / NLP: Cosine similarity = dot product of unit vectors. Digunakan di word embeddings, recommendation systems.
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Ref: Purcell 9e Bab 11.3–11.4 • Stewart 9e Bab 12.3–12.4 • Marsden-Tromba 6e Ch. 1
Mudah — Dot & Cross Product Dasar
M1. Dot Product Standar
u=⟨2,−1,3⟩, v=⟨4,2,−1⟩. Hitung u·v.
M2. Cross Product Standar
a=⟨1,2,3⟩, b=⟨0,1,−1⟩. Hitung a×b.
M3. Sudut via Dot Product
Cari sudut antara p=⟨1,0,1⟩ dan q=⟨0,1,1⟩.
M4. Luas Segitiga via Cross Product
Segitiga: A(0,0,0), B(2,0,0), C(1,2,0). Hitung luas.
Sedang — Kombinasi Konsep
S1. Cosine Similarity (ML)
Word embedding: king=⟨3,1,0⟩, queen=⟨2,2,1⟩. Hitung cosine similarity.
S2. Triple Product Skalar
a=⟨1,0,0⟩, b=⟨0,2,0⟩, c=⟨0,0,3⟩. Hitung a·(b×c) dan interpretasi geometrisnya.
S3. Verifikasi Identitas BAC-CAB
Verifikasi a×(b×c) = b(a·c) − c(a·b) untuk a=i, b=j, c=k.
S4. Normal Bidang dan Jarak Titik
Bidang lewat A(1,0,0) dengan normal n=⟨2,3,−1⟩. Hitung jarak B(4,−1,2) ke bidang.
Sulit — Multi-Step Strategy
H1. Bidang dari Tiga Titik + Interseksi Garis
P(1,2,3), Q(4,0,1), R(2,1,0). Cari persamaan bidang. Apakah garis parametrik (t, 2t, 3t) memotong bidang ini?
H2. Bidang Sejajar & Jarak + Visualisasi SMIL
Dua bidang: 3x−y+2z=5 dan 3x−y+2z=14. Buktikan mereka sejajar dan hitung jaraknya.
H3. Garis Potong Dua Bidang
Cari persamaan parametrik garis persimpangan bidang x+y+z=6 dan 2x−y+3z=14.
H4. Ortogonalisasi Gram-Schmidt
Diberikan basis b1=⟨2,1⟩, b2=⟨3,5⟩. Hitung koefisien proyeksi μ = (b2·b1)/‖b1‖², lalu bentuk b2* = b2 − μb1. Tunjukkan bahwa b2* tegak lurus b1, lalu hitung luas jajaran genjangnya.
Aplikasi / Mixed
A1. Physics: Kerja dan Energi
Gaya F=⟨3,2,−1⟩ N mendorong objek dari (0,0,0) ke (2,3,1) m. Hitung kerja W = F·d.
A2. Computer Graphics: Backface Culling
Triangle normal n=⟨0,0,1⟩. Camera view direction v=⟨0.2,0.1,−0.9⟩. Apakah triangle visible (front-facing)?
A3. Kualitas Basis & Kestabilan Numerik
Bandingkan hasil kali norma terhadap luas jajaran genjang, δ = ‖b1‖‖b2‖/|det B|, untuk basis ⟨⟨1,0⟩,⟨0,1⟩⟩ dan ⟨⟨5,0⟩,⟨3,4⟩⟩. Basis mana yang lebih "baik" secara numerik, dan mengapa?