Kalkulus 1 -- Pertemuan 5
Turunan: Definisi & Makna
Makna geometris dan fisis turunan, definisi formal via limit, notasi, hubungan keterdiferensialan dan kontinuitas, serta penurunan dari definisi.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 2.1--2.3. Stewart, Calculus 9th ed., Bab 2.7--2.8.
1. Makna Turunan: Dua Interpretasi Fundamental
Interpretasi Geometris
f'(a) = kemiringan garis singgung (tangent line) terhadap grafik y = f(x) di titik (a, f(a)).
Garis singgung adalah limit dari garis-garis potong (secant lines) saat titik kedua mendekati titik pertama.
Interpretasi Fisis
f'(a) = laju perubahan sesaat (instantaneous rate of change) dari f terhadap x di x = a.
Jika s(t) = posisi, maka s'(t) = kecepatan sesaat. Jika v(t) = kecepatan, maka v'(t) = percepatan sesaat.
2. Dari Garis Potong ke Garis Singgung
Proses Limit: Secant --> Tangent saat h -> 0
Kemiringan garis potong PQ = [f(a+h) - f(a)] / h. Saat h -> 0, Q mendekati P, dan garis potong "berputar" menjadi garis singgung. Kemiringan garis singgung = limit kemiringan secant = turunan. Garis hijau di atas menunjukkan animasi PROSES limit ini secara dinamis.
Analogi: Speedometer Mobil
Turunan f'(t) = kecepatan sesaat — apa yang dibaca speedometer mobil pada detik t. Berbeda dari kecepatan rata-rata (jarak total ÷ waktu total), turunan menangkap apa yang TERJADI saat ini juga.
Bayangkan Anda menempuh perjalanan Bandung-Jakarta (150 km) dalam 3 jam. Kecepatan rata-rata = 50 km/jam. Tetapi pada momen tertentu — misalnya saat menyalip di tol — speedometer mungkin menunjukkan 100 km/jam. Itulah turunan: nilai sesaat di satu titik waktu, hasil dari proses limit dari kecepatan rata-rata pada interval yang semakin pendek.
Inilah mengapa Newton (1665) dan Leibniz (1684) menemukan kalkulus: untuk menjawab pertanyaan fisika "berapa kecepatan PADA SAAT INI?" — pertanyaan yang aljabar dasar tidak bisa jawab.
3. Definisi Formal Turunan
Definisi 2.1.1 (Purcell): Turunan Fungsi
Turunan f di titik x adalah:
asalkan limit tersebut ada. Jika limit ada, f dikatakan terdiferensialkan (differentiable) di x.
Definisi Alternatif 2.1.2: Turunan di Titik a
Diperoleh dengan substitusi x = a + h, sehingga h = x - a dan h -> 0 setara dengan x -> a.
4. Notasi Turunan
Turunan y = f(x) terhadap x ditulis dalam berbagai notasi yang setara:
f'(x) -- notasi Lagrange
Paling umum untuk fungsi bernama
dy/dx -- notasi Leibniz
Menekankan "perubahan y per perubahan x"
Df(x) atau Dxf
Notasi operator (D = d/dx)
d/dx [f(x)]
Operator eksplisit pada ekspresi
y' atau y-dot
Singkatan (y-dot untuk waktu: fisika)
Notasi Leibniz di titik: dy/dx |x=a atau (dy/dx)(a) berarti f'(a). Simbol dy/dx BUKAN pecahan biasa -- ini adalah satu simbol untuk limit, meskipun berperilaku mirip pecahan dalam aturan rantai.
5. Hubungan Keterdiferensialan dan Kontinuitas
Teorema 2.2.1 (Purcell): Differentiable ==> Continuous
Jika f terdiferensialkan di a, maka f kontinu di a.
Differentiable at a ==> Continuous at a
Bukti:
Perlu ditunjukkan: limx->a f(x) = f(a), yaitu limx->a [f(x) - f(a)] = 0.
Tulis: f(x) - f(a) = [(f(x) - f(a))/(x - a)] * (x - a)
Ambil limit:
limx->a [f(x) - f(a)] = limx->a [(f(x)-f(a))/(x-a)] * limx->a(x-a)
= f'(a) * 0 = 0
Jadi limx->a f(x) = f(a), sehingga f kontinu di a. QED
PERINGATAN: Kebalikannya TIDAK berlaku!
Kontinu di a TIDAK MENJAMIN terdiferensialkan di a
Continuous does NOT imply Differentiable
Contoh klasik: f(x) = |x| kontinu di x = 0, tetapi TIDAK terdiferensialkan di x = 0.
Contoh Klasik: f(x) = |x| -- Kontinu tapi Tidak Diferensiabel di 0
Bukti f'(0) tidak ada:
limh->0+ (|0+h| - |0|)/h = limh->0+ h/h = 1
limh->0- (|0+h| - |0|)/h = limh->0- (-h)/h = -1
Limit kiri (-1) != limit kanan (1), jadi f'(0) tidak ada.
Diagram Hubungan
6. Menurunkan Turunan dari Definisi
Teorema 2.2.2: Turunan Fungsi Konstan
Bukti: f(x) = c. Maka f'(x) = limh->0 (c - c)/h = limh->0 0/h = limh->0 0 = 0.
Makna: fungsi konstan tidak berubah, jadi laju perubahannya = 0.
Teorema 2.2.3: Turunan Fungsi Linear
Bukti: f(x) = mx + b. Maka:
f'(x) = limh->0 [m(x+h)+b - (mx+b)]/h = limh->0 mh/h = limh->0 m = m.
Makna: fungsi linear memiliki laju perubahan konstan = kemiringannya.
Teorema 2.2.4: Turunan x^n (Bilangan Bulat Positif) via Teorema Binomial
Bukti menggunakan Teorema Binomial:
f(x) = xn. Dari definisi turunan:
f'(x) = limh->0 [(x+h)n - xn] / h
Ekspansi (x+h)n menggunakan Teorema Binomial:
(x+h)n = xn + C(n,1)xn-1h + C(n,2)xn-2h2 + ... + hn
= xn + nxn-1h + [suku-suku dengan h2 atau lebih tinggi]
Substitusi:
f'(x) = limh->0 [xn + nxn-1h + (suku h2+) - xn] / h
= limh->0 [nxn-1h + (suku h2+)] / h
= limh->0 [nxn-1 + (suku mengandung h)]
= nxn-1 + 0 = nxn-1
Karena semua suku yang tersisa mengandung h (factor h), mereka menuju 0 saat h -> 0. QED
Contoh Detail: Turunkan f(x) = x^3 dari Definisi
f'(x) = limh->0 [(x+h)^3 - x^3] / h
Ekspansi (x+h)^3 = x^3 + 3x^2h + 3xh^2 + h^3:
= limh->0 [x^3 + 3x^2h + 3xh^2 + h^3 - x^3] / h
= limh->0 [3x^2h + 3xh^2 + h^3] / h
= limh->0 h[3x^2 + 3xh + h^2] / h
= limh->0 [3x^2 + 3xh + h^2]
= 3x^2 + 0 + 0 = 3x^2
Verifikasi: Power Rule: d/dx[x^3] = 3x^(3-1) = 3x^2 ✓
7. Eksplorasi Interaktif
Secant --> Tangent: Geser h Mendekati 0
f(x) = x^2. Amati kemiringan garis potong mendekati turunan saat h -> 0:
f(a) = 1^2 = 1
f(a+h) = 2.5000^2 = 6.25
Kemiringan secant = [f(a+h) - f(a)] / h = 3.5
Turunan eksak f'(a) = 2a = 2
Geser h lebih kecil untuk mendekati turunan...
Tabel Pendekatan: f(x) = x^2, f'(a) dari Definisi
| h | f(a) | f(a+h) | [f(a+h)-f(a)]/h | |error| |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 9 | 16 | 7 | 1.00000000 |
| 0.5 | 9 | 12.25 | 6.5 | 0.50000000 |
| 0.1 | 9 | 9.61 | 6.1 | 0.10000000 |
| 0.01 | 9 | 9.0601 | 6.01 | 0.01000000 |
| 0.001 | 9 | 9.006001 | 6.001 | 0.00100000 |
| 0.0001 | 9 | 9.0006 | 6.0001 | 0.00010000 |
| 0.00001 | 9 | 9.00006 | 6.00001 | 0.00001000 |
Saat h -> 0, quotient [f(a+h)-f(a)]/h konvergen ke f'(a) = 2a.
Uji Keterdiferensialan: f(x) = |x|
Turunan kiri: limh->0- = -1
Turunan kanan: limh->0+ = 1
Coba x = 0 (tidak diferensiabel) vs x = 1 atau x = -2 (diferensiabel).
Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Turunan x^3 dari Definisi
Hitung f'(x) untuk f(x) = x^3 menggunakan definisi limit.
Soal 2: Turunan sqrt(x) dari Definisi
Hitung f'(x) untuk f(x) = sqrt(x) menggunakan definisi limit (rasionalisasi).
Soal 3: Persamaan Garis Singgung
Cari persamaan garis singgung pada kurva y = x^2 - 3x + 2 di titik x = 2.
Soal 4: Kecepatan Sesaat
Posisi benda: s(t) = 4t^2 - t + 3 (meter, detik). Cari kecepatan sesaat saat t = 2 detik.
Soal 5: Keterdiferensialan
Tentukan apakah f(x) = x^(1/3) terdiferensialkan di x = 0.
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Topik: Aturan Turunan (Chain, Product, Quotient) — Purcell 9e Bab 2.4–2.6 & Stewart 9e Bab 3.1–3.4
Mudah (Easy)
E1. Hitung d/dx [x⁴ · x³]
E2. Hitung d/dx [(2x+1)⁴] menggunakan Chain Rule
E3. Hitung d/dx [sin(3x)]
E4. Hitung d/dx [x² · sin x] menggunakan Product Rule
Sedang (Medium)
M1. Hitung d/dx [sin(x²)·eˣ] menggunakan Product + Chain Rule
M2. Hitung d/dx [tan x] dari turunan sin dan cos
M3. Hitung d/dx [(x²+1)/(x−3)]
M4. Hitung d/dx [e^(sin x)]
Sulit (Hard)
H1. Hitung d/dx [(x³·sin x) / (x²+1)] — gabungan Product + Quotient
H2. Turunan implisit: x² + y² = 25. Cari dy/dx dan verifikasi pada (3,4)
H3. Hitung d/dx [ln(sin(eˣ))] — triple chain rule
H4. Hitung d/dx [x^x] menggunakan logarithmic differentiation
Aplikasi (Mixed — Kasus Nyata)
MX1. Fisika — Radiasi benda hitam: I(λ) = C₁/(λ⁵(e^(C₂/λT)−1)). Cari dI/dλ saat λ → max (Hukum Wien)
MX2. Kimia — Laju reaksi: r = k·[A]²·[B]. Hitung dr/dt jika [A]=0.5 M turun 0.01 M/s dan [B]=0.3 M konstan
MX3. Ekonomi — Elastisitas permintaan: E(p) = (dQ/dp)·(p/Q) untuk Q = 100/(p²+1)