Beranda/Kalkulus 1

Kalkulus 1 — Pertemuan 12

Teknik Integrasi Lanjut

Lima teknik utama: substitusi lanjut, integral parsial, integral trigonometri, substitusi trigonometri, dan pecahan parsial.

Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 7.1–7.4. Stewart, Calculus 9th ed., Bab 7.1–7.4.

1. Substitusi-u Lanjut

Substitusi-u dasar sudah dibahas di P10. Sekarang kita perluas ke kasus yang memerlukan manipulasi aljabar lebih lanjut.

Tips memilih u:

1. Fungsi "dalam" (argumen fungsi komposit)

2. Bagian yang pangkatnya tinggi atau paling rumit

3. Penyebut pada fungsi rasional sederhana

4. Kadang perlu manipulasi: ∫tan x dx → ∫(sin x/cos x)dx, u = cos x

Contoh: ∫tan x dx

∫tan x dx = ∫(sin x / cos x) dx

Substitusi: u = cos x, du = -sin x dx

= ∫(-1/u) du = -ln|u| + C = -ln|cos x| + C

= ln|sec x| + C

2. Integral Parsial (Integration by Parts)

Teorema 7.1.1: Integral Parsial (Purcell)

Jika u dan v terdiferensialkan, maka:

∫u dv = uv - ∫v du

Asal usul: Dari aturan produk d(uv) = u·dv + v·du → u·dv = d(uv) - v·du → integralkan kedua ruas.

Aturan LIATE: Prioritas Pemilihan u

Pilih u berdasarkan prioritas (yang paling tinggi dipilih sebagai u):

L — Logarithmic: ln x, log x

I — Inverse trigonometric: arctan x, arcsin x

A — Algebraic: x², x³, polynomial

T — Trigonometric: sin x, cos x

E — Exponential: eˣ, 2ˣ

Mnemonik: u dipilih dari yang paling sulit diintegralkan (mudah didiferensiasikan).

Visualisasi: ∫u dv = uv - ∫v du

∫ u dv=uv-∫ v duharus lebih sederhana!integral asalPilih u dengan LIATE → ∫v du harus lebih mudah dari ∫u dv

Contoh Lengkap: ∫x · eˣ dx

LIATE: u = x (A), dv = eˣ dx (E)

du = dx,   v = eˣ

∫x·eˣ dx = x·eˣ - ∫eˣ dx = x·eˣ - eˣ + C

= eˣ(x - 1) + C

Verifikasi: d/dx[eˣ(x-1)] = eˣ(x-1) + eˣ = eˣ·x ✓

3. Integral Fungsi Trigonometri

Teorema 7.2.1: Rumus Reduksi (Purcell)

∫sinⁿx dx:

n ganjil: pisahkan satu sin x, gunakan sin²x = 1 - cos²x, u = cos x

n genap: gunakan sin²x = (1 - cos 2x)/2

∫cosⁿx dx:

n ganjil: pisahkan satu cos x, gunakan cos²x = 1 - sin²x, u = sin x

n genap: gunakan cos²x = (1 + cos 2x)/2

∫sinᵐx cosⁿx dx:

Salah satu ganjil → pisahkan satu faktor, substitusi

Keduanya genap → gunakan identitas setengah sudut

Contoh: ∫sin³x dx

n = 3 (ganjil): pisahkan sin x

= ∫sin²x · sin x dx = ∫(1 - cos²x) sin x dx

u = cos x, du = -sin x dx

= -∫(1 - u²) du = -(u - u³/3) + C

= -cos x + cos³x/3 + C

4. Substitusi Trigonometri

Panduan 7.3.1: Tiga Substitusi Trigonometri (Purcell)

BentukSubstitusiIdentitasHasil
√(a² - x²)x = a sin θ1 - sin²θ = cos²θa cos θ
√(a² + x²)x = a tan θ1 + tan²θ = sec²θa sec θ
√(x² - a²)x = a sec θsec²θ - 1 = tan²θa tan θ

Segitiga Referensi

x = a sin θ√(a² - x²)xaθx = a tan θax√(a²+x²)θx = a sec θa√(x²-a²)xθ

5. Pecahan Parsial (Partial Fractions)

Teorema 7.4.1: Dekomposisi Pecahan Parsial (Purcell)

Setiap fungsi rasional P(x)/Q(x) (deg P < deg Q) dapat ditulis sebagai jumlah pecahan parsial:

Kasus 1 — Faktor linear berbeda:

1/((x-a)(x-b)) = A/(x-a) + B/(x-b)

Kasus 2 — Faktor linear berulang:

1/(x-a)² = A/(x-a) + B/(x-a)²

Kasus 3 — Faktor kuadratik tak tereduksi:

1/((x-a)(x²+bx+c)) = A/(x-a) + (Bx+C)/(x²+bx+c)

Kasus 4 — Kuadratik berulang:

1/(x²+1)² = (Ax+B)/(x²+1) + (Cx+D)/(x²+1)²

Langkah Dekomposisi Pecahan Parsial

Langkah 1: Pastikan derajat pembilang < penyebut. Jika tidak, bagi polinomial dulu.

Langkah 2: Faktorkan penyebut sepenuhnya.

Langkah 3: Tulis dekomposisi dengan koefisien A, B, C, ... yang belum ditentukan.

Langkah 4: Kalikan kedua ruas dengan penyebut → samakan koefisien atau substitusi nilai x yang tepat.

Langkah 5: Integralkan setiap pecahan parsial.

Contoh Lengkap: ∫(2x + 1)/((x-1)(x+2)) dx

(2x+1)/((x-1)(x+2)) = A/(x-1) + B/(x+2)

2x + 1 = A(x+2) + B(x-1)

Substitusi x = 1: 3 = 3A → A = 1

Substitusi x = -2: -3 = -3B → B = 1

= ∫[1/(x-1) + 1/(x+2)] dx

= ln|x-1| + ln|x+2| + C

6. Latihan Interaktif: Pilih Teknik

Substitusi-u Lanjut

∫ tan x dx = ∫ sin x / cos x dx

1. u = cos x, du = -sin x dx

2. = ∫ (-1/u) du = -ln|u| + C

3. = -ln|cos x| + C = ln|sec x| + C

7. Panduan Memilih Teknik Integrasi

Flowchart Pemilihan Teknik

Diberikan ∫f(x)dxAda fungsi komposit f(g(x))·g'(x)?Substitusi-uYaPerkalian 2 fungsi berbeda tipe?TidakBy Parts (LIATE)YaAda √(a²±x²) atau √(x²-a²)?TidakSubstitusi TrigYaFungsi rasional P(x)/Q(x)?TidakPecahan ParsialYasinᵐx cosⁿx?Trig IdentitiesYaManipulasi aljabar / tabel / CAS

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1: By Parts

Hitung ∫x² · ln x dx

Soal 2: By Parts (dua kali)

Hitung ∫eˣ · sin x dx

Soal 3: Substitusi Trigonometri

Hitung ∫√(9 - x²) dx

Soal 4: Pecahan Parsial

Hitung ∫(5x - 4)/(x² - x - 2) dx

Soal 5: Integral Trigonometri

Hitung ∫sin⁴x dx

Purcell, E.J., Varberg, D. & Rigdon, S. (2007). Calculus, 9th ed. Pearson, Bab 7.1–7.4. — Stewart, J. (2020). Calculus: Early Transcendentals, 9th ed. Cengage, Bab 7.1–7.4.

Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian

Ref: Purcell 9e Bab 7.1–7.4 & Stewart 9e Bab 7.1–7.4 — Teknik integrasi: per bagian, trigonometri, substitusi trig, pecahan parsial.

Mudah — Konsep Dasar Tunggal

E1. Hitung ∫x·sin x dx (integrasi per bagian)

E2. Hitung ∫sin²x dx menggunakan identitas pangkat setengah

E3. Pecahan parsial sederhana: ∫2/(x² − 1) dx

E4. Hitung ∫ln x dx (per bagian)

Sedang — Kombinasi 2+ Konsep

M1. Hitung ∫x²·cos x dx (per bagian berulang / tabular)

M2. Hitung ∫sin³x cos²x dx

M3. Hitung ∫1/√(9−x²) dx menggunakan substitusi x = 3 sinθ

M4. Hitung ∫(3x²+2x+1)/((x+1)(x²+1)) dx via pecahan parsial

Sulit — Strategi Multi-Step

H1. Hitung ∫e^x sin x dx (siklus per bagian)

H2. Hitung ∫√(x²+4) dx menggunakan substitusi x = 2tanθ

H3. Hitung ∫x³/√(4−x²) dx (kombo substitusi trig + power)

H4. Hitung ∫sec³x dx (diperlukan dalam panjang kurva)

Aplikasi (Mixed — Kasus Nyata)

MX1. Fisika — Kerja oleh Gaya Variabel

Gaya F(x) = x·e^(−x) N bekerja sepanjang 0 ≤ x ≤ 2 m. Hitung kerja W = ∫₀² F(x) dx.

MX2. Biologi — Pertumbuhan Logistik Terintegrasi

Model separable: dP/dt = 0.2P(1 − P/1000). Gunakan pecahan parsial untuk menyelesaikan ODE dan cari P(t) jika P(0) = 100.

MX3. Aplikasi — Integral Gaussian & Kendali Mutu

Diameter komponen hasil produksi berdistribusi normal dengan rerata μ dan simpangan baku σ. Proporsi produk cacat (di bawah batas bawah) adalah P = (1/σ√(2π))∫_{-∞}^{μ-t} e^(−(x−μ)²/(2σ²)) dx. Hitung P untuk t = 2σ.