Kalkulus 1 -- Pertemuan 4
Kontinuitas Fungsi
Definisi formal kontinuitas, jenis diskontinuitas, sifat aljabar fungsi kontinu, Teorema Nilai Antara, dan Teorema Nilai Ekstrem.
Ref: Purcell, Varberg & Rigdon, Calculus 9th ed., Bab 1.6. Stewart, Calculus 9th ed., Bab 2.5.
1. Definisi Kontinuitas di Suatu Titik
Definisi 1.6.1 (Purcell): Kontinuitas di Titik
Fungsi f dikatakan kontinu di titik x = a jika dan hanya jika ketiga syarat berikut dipenuhi:
(i) f(a) terdefinisi (a berada dalam domain f)
(ii) limx->a f(x) ada (limit ada dan berhingga)
(iii) limx->a f(x) = f(a) (nilai limit = nilai fungsi)
Interpretasi intuitif: Grafik f dapat digambar melewati titik (a, f(a)) tanpa mengangkat pena. Tidak ada lubang, loncatan, atau ledakan di x = a.
Visualisasi: Tiga Syarat Kontinuitas
Catatan penting: Jika salah satu dari ketiga syarat gagal, maka f tidak kontinu (diskontinu) di x = a. Setiap jenis kegagalan menghasilkan jenis diskontinuitas yang berbeda (lihat Bagian 4).
Analogi Sehari-hari: Jalan Tol Mulus
Fungsi kontinu = jalan tol mulus tanpa lubang. Diskontinuitas = ada cacat di jalan itu:
- Removable = ada lubang kecil yang bisa ditambal (ban dapat melewati dengan sedikit getaran)
- Jump (loncat) = ada tanjakan curam tiba-tiba (mobil melompat ke ketinggian berbeda)
- Infinite (tak hingga) = ada jurang tak berdasar (mobil terjun ke bawah, tidak ada nilai f berhingga)
Visualisasi Animasi: Tiga Jenis Diskontinuitas
Removable
Lubang kecil yang bisa "diisi"
Jump (Loncat)
Tanjakan curam mendadak
Infinite (Tak Hingga)
Jurang tak berdasar (asimtot)
2. Kontinuitas Fungsi-Fungsi Dasar
Teorema 1.6.2 (Purcell): Kontinuitas Polinomial & Rasional
1. Fungsi Polinomial: Setiap fungsi polinomial p(x) = anxn + ... + a1x + a0 kontinu di setiap bilangan real (kontinu di (-oo, +oo)).
2. Fungsi Rasional: Setiap fungsi rasional r(x) = p(x)/q(x) kontinu di setiap titik dalam domainnya, yaitu di semua x di mana q(x) != 0.
Bukti (Polinomial): Dari sifat aljabar limit (Teorema 1.4.2 Pertemuan 3), untuk sembarang a: limx->a p(x) = p(a). Ketiga syarat kontinuitas terpenuhi.
Teorema 1.6.3: Kontinuitas Fungsi Trigonometri
sin x dan cos x kontinu di seluruh R.
tan x kontinu di domainnya (x != pi/2 + n*pi).
cot x kontinu di domainnya (x != n*pi).
sec x kontinu di domainnya (x != pi/2 + n*pi).
csc x kontinu di domainnya (x != n*pi).
Bukti sketsa (sin x): Gunakan identitas sin(a+h) = sin a cos h + cos a sin h dan limit limh->0 sin h = 0, limh->0 cos h = 1 untuk menunjukkan limx->a sin x = sin a.
3. Sifat Aljabar Fungsi Kontinu
Teorema 1.6.4 (Purcell): Operasi Aritmetika Fungsi Kontinu
Jika f dan g kontinu di x = a, maka fungsi-fungsi berikut juga kontinu di x = a:
1. Penjumlahan: (f + g)(x) = f(x) + g(x)
2. Pengurangan: (f - g)(x) = f(x) - g(x)
3. Perkalian skalar: (c * f)(x) = c * f(x), untuk konstanta c
4. Perkalian: (f * g)(x) = f(x) * g(x)
5. Pembagian: (f / g)(x) = f(x) / g(x), asalkan g(a) != 0
Bukti: Langsung dari sifat aljabar limit. Misalnya (f+g): limx->a(f+g)(x) = lim f(x) + lim g(x) = f(a) + g(a) = (f+g)(a).
Teorema 1.6.5 (Purcell): Komposisi Fungsi Kontinu
Jika g kontinu di a dan f kontinu di g(a), maka:
(f o g)(x) = f(g(x)) kontinu di x = a
Dengan kata lain: limx->a f(g(x)) = f(limx->a g(x)) = f(g(a)). Limit dapat "masuk" ke dalam fungsi kontinu.
Teorema 1.6.6: Kontinuitas Nilai Mutlak & Akar
Nilai Mutlak: Jika f kontinu di a, maka |f| kontinu di a. (Karena |x| kontinu di seluruh R, dan |f(x)| = |.| o f(x) adalah komposisi dua fungsi kontinu.)
Akar: Jika f kontinu di a dan f(a) > 0, maka sqrt(f(x)) kontinu di a. (Karena sqrt(x) kontinu untuk x > 0, dan sqrt(f(x)) = sqrt(.) o f(x).)
Lebih umum: akar ke-n (f(x))^(1/n) kontinu di a jika f kontinu di a dan (untuk n genap) f(a) > 0.
3b. Teorema Limit Komposit (Bukti Formal)
Teorema 1.6.7 (Purcell): Limit Komposit
Jika limx->a g(x) = L dan f kontinu di L, maka:
Bukti Formal (epsilon-delta):
Diberikan: limx->a g(x) = L, dan f kontinu di L.
Akan dibuktikan: limx->a f(g(x)) = f(L).
Bukti:
Ambil sembarang epsilon > 0.
Langkah 1: Karena f kontinu di L, maka limt->L f(t) = f(L). Jadi, terdapat delta_1 > 0 sehingga:
|t - L| < delta_1 ==> |f(t) - f(L)| < epsilon ...(i)
Langkah 2: Karena limx->a g(x) = L, untuk delta_1 di atas, terdapat delta > 0 sehingga:
0 < |x - a| < delta ==> |g(x) - L| < delta_1 ...(ii)
Langkah 3: Gabungkan (i) dan (ii). Substitusi t = g(x) dalam (i):
0 < |x - a| < delta ==> |g(x) - L| < delta_1 ==> |f(g(x)) - f(L)| < epsilon
Ini persis definisi limx->a f(g(x)) = f(L). QED
4. Jenis-Jenis Diskontinuitas
Ketika fungsi f tidak kontinu (diskontinu) di x = a, diskontinuitas tersebut diklasifikasikan berdasarkan bagaimana salah satu syarat kontinuitas gagal.
4a. Diskontinuitas Removable (Dapat Diangkat)
Limit ada, tetapi f(a) tidak terdefinisi ATAU f(a) != limx->a f(x). Diskontinuitas ini dapat "diperbaiki" dengan mendefinisikan ulang f(a) = L.
Contoh: f(x) = (x^2 - 1)/(x - 1) di x = 1. Limit = 2, tapi f(1) tidak terdefinisi. Perbaikan: definisikan f(1) = 2.
4b. Diskontinuitas Jump (Loncatan)
Limit kiri dan limit kanan keduanya ada, tetapi berbeda: limx->a- f(x) != limx->a+ f(x). Diskontinuitas ini tidak dapat diperbaiki.
Contoh: f(x) = floor(x) (fungsi lantai) di setiap bilangan bulat. Atau fungsi Heaviside H(x) di x = 0.
4c. Diskontinuitas Infinite (Tak Hingga)
Limit dari satu atau kedua sisi adalah +oo atau -oo. Grafik memiliki asimtot vertikal di x = a.
Contoh: f(x) = 1/(x - 2) di x = 2. Juga f(x) = tan(x) di x = pi/2.
5. Kontinuitas pada Interval
Definisi 1.6.8: Kontinuitas pada Interval
Interval terbuka (a, b): f kontinu di (a, b) jika f kontinu di setiap titik c dalam (a, b).
Interval tertutup [a, b]: f kontinu di [a, b] jika:
1. f kontinu di (a, b)
2. limx->a+ f(x) = f(a) (kontinu dari kanan di a)
3. limx->b- f(x) = f(b) (kontinu dari kiri di b)
Di titik ujung, kita hanya memeriksa limit sepihak karena hanya satu sisi yang berada dalam interval.
6. Teorema Nilai Antara (Intermediate Value Theorem)
Teorema 1.6.9 (Purcell): Intermediate Value Theorem (IVT)
Jika f kontinu di interval tertutup [a, b] dan N adalah sembarang bilangan antara f(a) dan f(b), maka terdapat setidaknya satu c dalam (a, b) sehingga:
Interpretasi: Fungsi kontinu pada [a, b] mengambil semua nilai antara f(a) dan f(b). Grafik tidak boleh "melompati" nilai apapun -- ia harus melewati setiap level horizontal antara f(a) dan f(b).
Visualisasi: Teorema Nilai Antara
Korolari penting (Eksistensi akar): Jika f kontinu di [a, b] dan f(a) * f(b) < 0 (tanda berbeda), maka terdapat c dalam (a, b) sehingga f(c) = 0. Ini adalah dasar metode biseksi dalam analisis numerik.
7. Teorema Nilai Ekstrem (Extreme Value Theorem)
Teorema 1.6.10 (Purcell): Extreme Value Theorem (EVT)
Jika f kontinu di interval tertutup [a, b], maka f mencapai nilai maksimum absolut dan minimum absolut di [a, b]. Artinya, terdapat c, d dalam [a, b] sehingga:
Interpretasi: Fungsi kontinu pada interval tertutup pasti memiliki titik tertinggi dan terendah. Kedua syarat (kontinu DAN interval tertutup) sangat penting -- jika salah satu dilanggar, kesimpulan bisa gagal.
Visualisasi: Teorema Nilai Ekstrem
8. Eksplorasi Interaktif: Uji Kontinuitas Fungsi Piecewise
Cari Nilai k agar f Kontinu
Diberikan fungsi piecewise:
f(x) = x^2 + k, jika x ≤ a
f(x) = 2x + 1, jika x > a
Limit kiri: limx->a- f(x) = a^2 + k = 4
Limit kanan: limx->a+ f(x) = 2a + 1 = 3
f(a) = a^2 + k = 4
Agar kontinu: a^2 + k = 2a + 1, jadi k = 2a + 1 - a^2 = 2. Coba masukkan nilai k tersebut!
Eksplorasi: IVT & Metode Biseksi
Cari akar f(x) = x^3 - x - 2 pada [1, 2] menggunakan IVT berulang (biseksi):
f(1) = 1 - 1 - 2 = -2 < 0, f(2) = 8 - 2 - 2 = 4 > 0 --> ada akar di (1, 2).
| Step | a | b | mid | f(mid) | Tanda |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1 | 2 | 1.5 | -0.125 | negatif -> akar di kanan |
| 2 | 1.5 | 2 | 1.75 | 1.609375 | positif -> akar di kiri |
| 3 | 1.5 | 1.75 | 1.625 | 0.666016 | positif -> akar di kiri |
| 4 | 1.5 | 1.625 | 1.5625 | 0.252197 | positif -> akar di kiri |
| 5 | 1.5 | 1.5625 | 1.53125 | 0.059113 | positif -> akar di kiri |
| 6 | 1.5 | 1.53125 | 1.515625 | -0.034054 | negatif -> akar di kanan |
| 7 | 1.515625 | 1.53125 | 1.523438 | 0.012253 | positif -> akar di kiri |
| 8 | 1.515625 | 1.523438 | 1.519532 | -0.010967 | negatif -> akar di kanan |
Setiap langkah membelah interval menjadi dua, mempersempit lokasi akar. Ini aplikasi langsung IVT!
Contoh Soal & Pembahasan
Soal 1: Uji Kontinuitas
Tentukan apakah f(x) = (x^2 - 9)/(x - 3) kontinu di x = 3.
Soal 2: Piecewise Continuity
Tentukan nilai a dan b agar f kontinu di semua R, di mana f(x) = {x^2 jika x < 1, ax+b jika 1 ≤ x ≤ 3, 4x jika x > 3}.
Soal 3: Klasifikasi Diskontinuitas
Klasifikasikan diskontinuitas f(x) = (|x|)/x di x = 0.
Soal 4: Aplikasi IVT
Tunjukkan bahwa persamaan x^5 - 3x^3 + 1 = 0 memiliki akar di interval (0, 1).
Soal 5: Komposisi & Nilai Mutlak
Buktikan bahwa f(x) = |sin(x^2 + 1)| kontinu di seluruh R.
Soal 6: Teorema Nilai Ekstrem
Jelaskan mengapa f(x) = 1/x pada (0, 1) TIDAK dijamin memiliki nilai maksimum, dan hubungkan dengan syarat EVT.
Eksplorasi: Kontinuitas Fungsi Rasional
Selidiki f(x) = (x^2 - 4)/(x - 2) di sekitar x = 2:
Coba x = 1.9, 1.99, 1.999, 2.001, 2.01. Limit mendekati 4, tapi f(2) tidak terdefinisi --> diskontinuitas removable.
Bank Soal Multi-Kompleksitas + Visualisasi Penyelesaian
Topik: Kontinuitas & Turunan Dasar — Purcell 9e Bab 1.6, 2.1–2.3 & Stewart 9e Bab 2.5, 2.7–2.8
Mudah (Easy)
E1. Hitung f'(x) jika f(x) = x⁵
E2. Hitung d/dx [7x³ − 4x + 9]
E3. Hitung turunan f(x) = √x = x^(1/2)
E4. Tentukan apakah f(x) = x² + 3x kontinu di semua titik
Sedang (Medium)
M1. Hitung f'(x) dari definisi limit: f(x) = x²
M2. Hitung turunan f(x) = 1/x = x^(−1)
M3. Cari persamaan garis singgung f(x) = x³ di titik (2, 8)
M4. Tentukan nilai k agar f(x) = {x²+k, x<1; 3x−1, x≥1} kontinu dan terdiferensiasi di x=1
Sulit (Hard)
H1. Buktikan f(x) = |x| tidak terdiferensiasi di x = 0
H2. Hitung turunan f(x) = x^(2/3) dan tentukan di mana tidak terdiferensiasi
H3. Gunakan IVT untuk buktikan x³ − x − 1 = 0 punya akar di (1, 2)
H4. Tentukan f'(x) via definisi untuk f(x) = √(2x+1)
Aplikasi (Mixed — Kasus Nyata)
MX1. Mekanika — Kecepatan & Percepatan dari posisi s(t) = t³ − 6t² + 9t
MX2. Ekonomi — Marginal Cost dari C(q) = 0.01q³ − 0.6q² + 14q + 100
MX3. Biologi — Laju pertumbuhan bakteri N(t) = 500·2^t pada t=3