Beranda/๐Ÿ“Matematika Diskrit

Matdis โ€” Bab 4

Relasi dan Fungsi

Dari relasi biner, sifat-sifatnya, relasi ekivalensi dan pengurutan parsial, hingga fungsi injektif, surjektif, dan bijektif.

Ref: Rinaldi Munir, Matematika Diskrit, Edisi 7 (2020), Bab 4. โ€” Rosen, Discrete Mathematics, 8th ed., Ch. 9.

Mengapa Relasi & Fungsi Penting?

Analogi: buku alamat. "Siapa tinggal di kota mana" adalah sebuah relasi โ€” satu orang bisa punya banyak alamat, satu kota bisa dihuni banyak orang. Tetapi "berapa NIK seseorang" adalah fungsi: setiap orang memetakan ke tepat satu nilai.

Perbedaan sederhana itu adalah inti perancangan basis data. Relasi many-to-many butuh tabel penghubung; relasi one-to-one boleh digabung jadi satu tabel. Salah membedakan keduanya melahirkan skema yang duplikatif dan sulit dipelihara.

Sifat-sifat relasi juga langsung terpakai: relasi ekivalensi (refleksif, simetris, transitif) memecah data menjadi kelompok yang saling lepas โ€” dasar operasi GROUP BY. Relasi terurut parsial menentukan urutan kompilasi modul dan penjadwalan tugas yang saling bergantung.

Analogi: Relasi sebagai Database Join

Relasi biner R โІ A ร— B adalah tabel database dengan dua kolom (a,b). Operasi pada relasi seperti komposisi Rโˆ˜S mirip SQL JOIN. Fungsi adalah relasi istimewa di mana setiap elemen domain punya tepat satu pasangan โ€” seperti foreign key constraint yang strict.

1. Relasi Biner

Definisi (Relasi Biner)

Relasi biner R dari himpunan A ke B adalah subset dari produk kartesian A ร— B. Ditulis aRb atau (a,b) โˆˆ R.

Contoh Relasi

  • โ‰ค pada โ„ค: {(a,b) | a โ‰ค b}
  • "ayah dari" pada himpunan orang
  • R = {(1,1),(1,2),(2,3)} โІ {1,2,3}ยฒ
  • "congruent mod n" pada โ„ค

Representasi

  • Daftar pasangan: {(a,b), ...}
  • Matriks relasi: M[i][j]=1 jika (i,j)โˆˆR
  • Graf berarah (digraph): simpul=elemen, busur=(a,b)โˆˆR

2. Sifat-Sifat Relasi pada Himpunan

Empat Sifat Kunci Relasi

Refleksif

โˆ€a โˆˆ A: (a,a) โˆˆ R

Setiap elemen berhubungan dengan dirinya sendiri.

Contoh: โ‰ค, =, |, kongruensi mod n.

Simetris

โˆ€a,b: (a,b)โˆˆR โ†’ (b,a)โˆˆR

Jika a berhubungan dengan b, maka b berhubungan dengan a.

Contoh: =, "saudara dari", kongruensi mod n.

Antisimetris

โˆ€a,b: (a,b)โˆˆR โˆง (b,a)โˆˆR โ†’ a=b

Jika aRb dan bRa, maka a = b.

Contoh: โ‰ค, โ‰ฅ, | (pembagi).

Transitif

โˆ€a,b,c: (a,b)โˆˆR โˆง (b,c)โˆˆR โ†’ (a,c)โˆˆR

Relasi "berantai": aRb dan bRc berarti aRc.

Contoh: <, โ‰ค, subset โІ, divisibility.

Pemeriksa Sifat Relasi Interaktif (Domain {1,2,3})

Pasangan relasi saat ini:

(1,1) (2,2) (3,3) (1,2) (2,1)

Relasi R = { (1,1),(2,2),(3,3),(1,2),(2,1) } pada {1,2,3}

Refleksif: YA โœ“

(1,1),(2,2),(3,3) semua ada

Simetris: YA โœ“

Antisimetris: TIDAK โœ—

Transitif: YA โœ“

Relasi Ekivalensi: YA โœ“

Refleksif + Simetris + Transitif

Urutan Parsial (Poset): TIDAK

Refleksif + Antisimetris + Transitif

3. Relasi Ekivalensi & Kelas Ekivalensi

Kelas Ekivalensi

Jika R adalah relasi ekivalensi pada A, maka kelas ekivalensi dari a adalah:

[a] = {x โˆˆ A | xRa}

Properti Kelas Ekivalensi

  • [a] = [b] jika dan hanya jika aRb
  • [a] โ‰  [b] berarti [a] โˆฉ [b] = โˆ…
  • Kelas-kelas ekivalensi membentuk partisi A

Contoh: Kongruensi mod 3

[0] = {...,-3,0,3,6,...}

[1] = {...,-2,1,4,7,...}

[2] = {...,-1,2,5,8,...}

Diagram Hasse: Poset {1,2,3,4,6,12} dengan Divisibility

1246231

Poset ({1,2,3,4,6,12}, |). Garis = "dibagi oleh". 1 adalah minimum (bottom), 12 adalah maximum (top).

4. Fungsi: Definisi & Jenis

Definisi (Fungsi)

Fungsi f: A โ†’ B adalah relasi di mana setiap elemen a โˆˆ A (domain) berhubungan dengan tepat satu elemen b โˆˆ B (kodomain). Ditulis f(a) = b.

Domain (A)

Himpunan input. Setiap a โˆˆ A harus punya nilai f(a).

Kodomain (B)

Himpunan output yang mungkin. f(a) โˆˆ B untuk semua a.

Range/Image

Subset B yang benar-benar tercapai: {f(a) | a โˆˆ A}.

Tiga Jenis Fungsi (Injektif, Surjektif, Bijektif)

AB123312

Bijektif (Korespondensi 1-1)

Bijektif: injektif dan surjektif sekaligus. Inversibel!

f(1) = 3

f(2) = 1

f(3) = 2

Injektif

f(a)=f(b) โ†’ a=b

Tidak ada dua input yang menghasilkan output yang sama.

Surjektif

โˆ€b โˆƒa: f(a)=b

Setiap elemen kodomain tercapai oleh minimal satu input.

Bijektif

Injektif + Surjektif

Korespondensi satu-satu sempurna. Selalu punya invers.

5. Komposisi & Invers Fungsi

Komposisi dan Invers

Komposisi: (g โˆ˜ f)(x) = g(f(x))

Terapkan f dahulu, lalu g. Syarat: range(f) โІ domain(g).

f: โ„โ†’โ„, f(x)=2x+1
g: โ„โ†’โ„, g(x)=xยฒ
(gโˆ˜f)(x) = (2x+1)ยฒ

Invers: fโปยน ada โ†” f bijektif

fโปยน: Bโ†’A sehingga fโปยน(f(x))=x dan f(fโปยน(y))=y.

f(x)=3x+2 โ†’ fโปยน(y)=(y-2)/3

RSA: Enkripsi E dan dekripsi D adalah invers satu sama lain.

Visualisasi SMIL: Komposisi Fungsi f then g

xf(x)= 2x+1f(x)g(f(x))= (2x+1)ยฒ

6. Fungsi Rekursif

Tiga Fungsi Rekursif Penting

Faktorial

0! = 1
n! = n ยท (n-1)!

Dipakai dalam rumus permutasi, kombinasi, dan teorema binomial.

Fibonacci

F(0)=0, F(1)=1
F(n)=F(n-1)+F(n-2)

Muncul dalam analisis algoritma GCD (lca: Lamรฉ's theorem).

Ackermann

A(0,n)=n+1
A(m,0)=A(m-1,1)
A(m,n)=A(m-1,A(m,n-1))

Tidak primitif rekursif โ€” tumbuh lebih cepat dari semua fungsi primitif rekursif.

7. Penerapan Relasi & Fungsi

Dari Teori ke Sistem Nyata

Model Data Relasional: Sebuah tabel adalah relasi dalam pengertian bab ini โ€” himpunan bagian dari hasil kali kartesius antar domain kolom. Operasi JOIN adalah komposisi relasi, dan kunci primer menjamin pemetaan bersifat fungsi (setiap baris tepat satu nilai kunci).

Relasi Ekivalensi & Partisi: "Mahasiswa dengan angkatan sama" bersifat refleksif, simetris, dan transitif, sehingga membagi populasi menjadi kelas-kelas yang saling lepas dan mencakup semuanya. Inilah yang dilakukan GROUP BY dan algoritma union-find.

Terurut Parsial & Penjadwalan: Relasi "harus dikerjakan sebelum" bersifat terurut parsial. Pengurutan topologis atasnya menghasilkan urutan build pada Make, resolusi dependensi paket, dan penjadwalan proyek.

Injektif, Surjektif, Bijektif: Fungsi hash bersifat surjektif tapi tidak injektif โ€” itulah sebabnya collision pasti ada (prinsip sarang merpati). Sebaliknya, fungsi yang bijektif punya invers, dan hanya fungsi bijektif yang aman dipakai untuk pengkodean bolak-balik seperti Base64.

8. Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1: Sifat Relasi

R = {(1,1),(1,2),(2,2),(2,3),(3,3),(1,3)} pada {1,2,3}. Apakah refleksif, simetris, antisimetris, transitif?

Soal 2: Kelas Ekivalensi

Tentukan kelas ekivalensi [2] untuk relasi kongruensi mod 4 pada โ„ค.

Soal 3: Injektif/Surjektif

f: โ„ โ†’ โ„, f(x) = xยณ. Apakah injektif? Surjektif? Bijektif?

Soal 4: Komposisi

f(x) = 2x+1, g(x) = xยฒ. Hitung (gโˆ˜f)(3) dan (fโˆ˜g)(3).

Soal 5: RSA sebagai Fungsi

Jelaskan mengapa enkripsi RSA E_pk dan dekripsi D_sk adalah fungsi bijektif yang saling invers.

8. Representasi Matriks & Komposisi Relasi

Matriks Relasi

Relasi R โІ {1,2,3}ยฒ dapat direpresentasikan sebagai matriks M_R dimana M[i][j]=1 jika (i,j)โˆˆR.

Deteksi Sifat dari Matriks

  • Refleksif: Diagonal utama = semua 1
  • Simetris: M = Mแต€ (simetris terhadap diagonal)
  • Antisimetris: M โˆฉ Mแต€ โІ I (identitas)

Komposisi Relasi

Rโˆ˜S menggunakan perkalian matriks boolean:

M_{Rโˆ˜S}[i][j] = OR_k(M_R[i][k] AND M_S[k][j])

Sama dengan matriks perkalian, dengan + = OR, ร— = AND.

Poset & Urutan Total

Urutan Parsial (Poset)

Refleksif + Antisimetris + Transitif.

Contoh: (๐’ซ(A), โІ), (โ„•, |), (โ„ค, โ‰ค).

Hasse diagram = representasi visual kompak.

Urutan Total (Rantai)

Poset di mana setiap dua elemen bisa dibandingkan.

Contoh: (โ„ค, โ‰ค) โ€” semua bilangan bulat terurut.

Topological sort menghasilkan urutan total dari poset.

Rangkuman Sifat Relasi

TipeRefleksifSimetrisAntisimetrisTransitif
Ekivalensiโœ“โœ“โ€”โœ“
Urutan Parsialโœ“โ€”โœ“โœ“
Urutan Ketatโœ—โ€”โœ“โœ“
Munir, R. (2020). Matematika Diskrit, Edisi 7, Penerbit Informatika ITB, Bab 4. โ€” Rosen, K. H. (2019). Discrete Mathematics and Its Applications, 8th ed., Ch. 9.

Bank Soal Multi-Kompleksitas & Kasus Terintegrasi

Ref: Munir, R. (2020). Matematika Diskrit, Edisi 7, Bab 4.

Mudah

1. Tentukan apakah R = {(1,1),(2,2),(3,3),(1,2),(2,1)} pada A={1,2,3} merupakan relasi ekivalensi.

2. Apakah f: โ„คโ†’โ„ค dengan f(x)=2x adalah injektif? Surjektif?

3. Gambarkan diagram Hasse untuk relasi "habis membagi" pada {1,2,3,6}.

4. Tentukan kelas ekivalensi [2] untuk R={(a,b): aโ‰กb mod 3} pada {1,2,3,4,5,6}.

Sedang

1. Buktikan: Jika R adalah relasi ekivalensi pada A, maka kelas-kelas ekivalensi membentuk partisi A.

2. Tentukan apakah fungsi h: โ„ค_n โ†’ โ„ค_n dengan h(x) = ax mod n (gcd(a,n)=1) adalah bijeksi. Mengapa ini penting untuk kriptografi?

3. Berikan contoh relasi yang transitif tapi tidak simetris dan tidak antisimetris.

4. Fungsi f: Aโ†’B dan g: Bโ†’C keduanya bijektif. Buktikan gโˆ˜f adalah bijektif.

Sulit

1. Buktikan: Fungsi hash kriptografis ideal H: {0,1}* โ†’ {0,1}ยฒโตโถ tidak bisa injektif. Jelaskan konsekuensinya terhadap collision resistance.

2. Konstruksi Hasse diagram untuk poset (P({1,2,3}), โІ). Identifikasi: elemen minimal, maksimal, infimum dan supremum dari {{1}, {2}}.

3. Relasi ekivalensi R pada โ„ค: aRb โŸบ a โ‰ก b (mod n). Buktikan โ„ค/nโ„ค dengan operasi [a]+[b]=[a+b] dan [a]ยท[b]=[ab] membentuk ring. Kapan โ„ค/nโ„ค adalah field?

Kasus Terintegrasi (2+ Topik)

Relasi Ekivalensi + Partisi + Crypto Group

Relasi kongruensi mod 7 pada โ„ค membentuk 7 kelas ekivalensi. Tunjukkan bahwa (โ„ค/7โ„ค\{[0]}, ยท) adalah grup. Tentukan orde setiap elemen dan hubungkannya dengan Fermat's Little Theorem.

Fungsi Hash + Injektif/Surjektif

SHA-3 (Keccak) adalah fungsi H: {0,1}* โ†’ {0,1}ยฒโตโถ. Klasifikasikan sifat injektif/surjektifnya. Jelaskan mengapa preimage resistance, second preimage resistance, dan collision resistance adalah properti berbeda.

Poset + Lattice + Pengurutan Topologis

Himpunan pembagi dari 36 diurutkan oleh relasi "membagi" (a โ‰ผ b โŸบ a | b). Gambarkan diagram Hasse-nya, tunjukkan bahwa poset ini adalah lattice, lalu jelaskan apa arti operasi meet dan join di sini.