Beranda/📐Matematika Diskrit

Matdis — Bab 6

Peluang Diskrit

Fondasi matematis untuk menganalisis keamanan probabilistik — dari ruang sampel diskrit hingga distribusi yang memodelkan adversary dalam game-based security proofs.

Ref: Rinaldi Munir, Matematika Diskrit, Edisi 7 (2020), Bab 6. — Rosen, Discrete Mathematics, 8th ed., Ch. 7.

Mengapa Peluang Diskrit?

Peluang diskrit menjawab pertanyaan yang muncul terus-menerus di komputasi: berapa peluang dua berkas menghasilkan nilai hash yang sama? Berapa rata-rata percobaan sampai sebuah paket jaringan terkirim? Berapa peluang tabel hash mengalami tabrakan?

Yang membedakannya dari statistik adalah ruang sampelnya berhingga atau terhitung — sisi dadu, bit, simpul graf. Distribusi Bernoulli, Binomial, Geometrik, dan Poisson yang dipelajari di sini adalah alat baku analisis algoritma acak dan sistem antrean.

Analogi: Adversary sebagai Pemain Judi

Dalam keamanan kriptografi, adversary adalah "pemain judi" yang mencoba menebak. Sistem aman jika peluang menangnya tidak jauh dari 1/2 (menebak acak). Distribusi Bernoulli memodelkan setiap "tebakan" — ini tepatnya yang dianalisis dalam game-based security proofs.

1. Ruang Sampel, Kejadian & Peluang

Definisi Dasar

Ruang Sampel (Ω)

Himpunan semua kemungkinan hasil eksperimen.

Lempar dadu: Ω = {1,2,3,4,5,6}

Kejadian (Event)

Subset dari Ω.

A = {2,4,6} (genap)

Peluang

P(A) = |A| / |Ω| untuk ruang sampel uniform.

P(genap) = 3/6 = 1/2

Sifat-Sifat Peluang (Aksioma Kolmogorov)

0 ≤ P(A) ≤ 1  (non-negatif)

P(Ω) = 1  (normalitas)

P(A ∪ B) = P(A) + P(B) jika A ∩ B = ∅

P(Ā) = 1 − P(A)

P(A ∪ B) = P(A)+P(B)−P(A∩B)

P(∅) = 0

Jika A ⊆ B, maka P(A) ≤ P(B)

2. Peluang Kondisional & Kemerdekaan

Definisi & Formula

Peluang Kondisional

P(B|A) = P(A∩B) / P(A)

"Peluang B terjadi, diketahui A sudah terjadi." P(A) > 0.

Kemerdekaan

A dan B merdeka jika:

P(A∩B) = P(A)·P(B)

Ekivalen: P(B|A) = P(B).

Demo Interaktif: Peluang Kondisional

P(A)

0.50

P(A ∩ B)

0.30

P(B | A) = P(A∩B)/P(A)

0.60

3. Teorema Bayes

Teorema Bayes

P(A|B) = P(B|A) · P(A) / P(B)

Di mana P(B) = P(B|A)·P(A) + P(B|Ā)·P(Ā) — Total Probability.

Posterior P(A|B) = memperbarui prior P(A) berdasarkan bukti B. Fondasi Bayesian inference dan Bayesian cryptanalysis.

Demo Bayes: Tes Diagnostik

P(Penyakit | Tes Positif) =

16.67%

Hasil sering mengejutkan! Penyakit langka → tes positif bisa misleading.

Visualisasi SMIL: Update Bayesian

PriorP(A)+LikelihoodP(B|A)PosteriorP(A|B) ✓

4. Variabel Acak Diskrit

Definisi & Momen

Variabel acak diskrit X adalah fungsi X: Ω → ℝ yang nilainya countable. Probability Mass Function (PMF): p(x) = P(X=x).

Nilai Ekspektasi (Mean)

E[X] = Σ x · P(X=x)

Rata-rata jangka panjang.

Varians

Var(X) = E[X²] - (E[X])²

Ukuran penyebaran dari mean.

Linearitas Ekspektasi

E[aX+b] = aE[X]+b

E[X+Y] = E[X]+E[Y]

5. Distribusi Diskrit

Eksplorasi Interaktif: Distribusi Diskrit

0.6
0
4.0
1
12.1
2
21.5
3
25.1
4
20.1
5
11.1
6
4.2
7
1.1
8
0.2
9
0.0
10

E[X] (Mean)

4.000

Var(X) (Varians)

2.400

Ringkasan Distribusi Diskrit

DistribusiPMFE[X]Var(X)Aplikasi
Bernoulli(p)pˣ(1-p)¹⁻ˣpp(1-p)Satu percobaan berhasil/gagal; lempar koin
Binomial(n,p)C(n,k)pᵏ(1-p)ⁿ⁻ᵏnpnp(1-p)Jumlah bit errors; flipping attacks
Geometrik(p)(1-p)ᵏ⁻¹p1/p(1-p)/p²Percobaan hingga sukses; time to collision
Poisson(λ)e⁻ᵏλᵏ/k!λλArrival rate; network attacks per hour

6. Kovarians & Korelasi

Definisi Kovarians

Cov(X,Y) = E[XY] − E[X]E[Y]

Interpretasi

  • Cov > 0: X dan Y cenderung meningkat bersama
  • Cov < 0: X naik ketika Y turun
  • Cov = 0: tidak berkorelasi (perlu merdeka untuk lebih kuat)

Properti

Var(X+Y) = Var(X)+Var(Y)+2Cov(X,Y)

Jika X⊥Y: Cov=0, Var(X+Y)=Var(X)+Var(Y)

Dipakai saat menganalisis beberapa percobaan yang saling bebas, misalnya paket jaringan yang hilang secara independen.

7. Aplikasi: Peluang dalam Sistem Komputer

Peluang dalam Analisis Algoritma

Teorema Bayes dalam Kriptoanalisis: Distinguisher statistik menggunakan Bayes untuk membedakan distribusi kunci. Differential cryptanalysis dan correlation attacks pada cipher bergantung pada Bayesian inference.

Peluang pada Hash Collision: Approximasi Poisson untuk birthday attacks: Pr[collision setelah k queries] ≈ 1 - e^(-k²/2N) di mana N = ukuran output space.

8. Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1: Ruang Sampel

Dua dadu dilempar. Berapa P(jumlah = 7)?

Soal 2: Peluang Kondisional

P(A)=0.4, P(B)=0.3, P(A∩B)=0.12. Apakah A dan B merdeka?

Soal 3: Teorema Bayes

Penyakit rare dengan P(D)=0.001. Tes punya P(+|D)=0.99, P(+|¬D)=0.05. Jika tes positif, berapa P(D|+)?

Soal 4: Distribusi Binomial

Sebuah bit channel punya error probability p=0.1. Dalam 5 bit, berapa P(tepat 2 error)?

Soal 5: Nilai Ekspektasi

X memodelkan nilai dadu adil {1,...,6}. Hitung E[X] dan Var(X).

Soal 6: Selisih dari Tebakan Acak

Sebuah detektor menebak label biner. Penebak acak murni benar dengan peluang 1/2. Jika sebuah detektor benar dengan peluang 3/4, berapa keunggulannya (advantage) di atas tebakan acak?

Munir, R. (2020). Matematika Diskrit, Edisi 7, Penerbit Informatika ITB, Bab 6. — Rosen, K. H. (2019). Discrete Mathematics and Its Applications, 8th ed., Ch. 7.

Bank Soal Multi-Kompleksitas & Kasus Terintegrasi

Referensi: Munir, R. (2020). Matematika Diskrit, Edisi 7, Bab 6 — Peluang Diskrit.

MUDAH Soal Dasar Probabilitas

P-M1: Ruang Sampel & Peluang Klasik

Sebuah dadu adil dilempar sekali. Tentukan ruang sampel S, peluang muncul bilangan genap, dan peluang muncul bilangan > 4.

P-M2: Distribusi Binomial

Sebuah koin adil dilempar 5 kali. Berapa P(tepat 3 kali Heads)?

P-M3: Peluang Komplemen

P(A) = 0.3, P(B) = 0.5, A dan B mutually exclusive. Hitung P(A∪B) dan P((A∪B)').

P-M4: Nilai Ekspektasi

Sebuah permainan: menang Rp10.000 dengan p=0.4, kalah Rp5.000 dengan p=0.6. Hitung E[X] (expected value).

SEDANG Probabilitas Bersyarat & Teorema Bayes

P-S1: Peluang Bersyarat

Sebuah kotak berisi 3 merah dan 2 biru. Dua bola diambil tanpa pengembalian. Hitung P(kedua merah) dan P(bola ke-2 merah | bola ke-1 merah).

P-S2: Teorema Bayes — Tes Medis

Prevalensi penyakit 1%. Tes positif jika sakit: 95%. Tes positif jika sehat (false positive): 5%. Seseorang tes positif — berapa P(sakit|positif)?

P-S3: Distribusi Geometrik

Seorang hacker mencoba password brute force. Tiap percobaan berhasil dengan p=0.001. Berapa probabilitas berhasil pada percobaan ke-1000? Berapa E[X] percobaan?

P-S4: Independensi & Variabel Acak

X dan Y independen. X ~ Bernoulli(0.6), Y ~ Bernoulli(0.4). Hitung P(X=1, Y=1), E[X+Y], dan Var(X+Y).

SULIT Probabilitas Lanjut

P-H1: Birthday Problem (Hash Collision)

Berapa banyak orang minimal dalam sebuah ruangan agar P(setidaknya 2 orang ulang tahun sama) > 50%? Gunakan approximasi eksponensial.

P-H2: Markov Inequality & Chebyshev

Variabel acak X memiliki E[X]=10 dan Var(X)=4. Gunakan (a) Markov untuk bound P(X≥30), dan (b) Chebyshev untuk bound P(|X-10|≥6).

P-H3: Generating Function Sederhana

X ~ Binomial(n=3, p=0.5). Hitung probability generating function G_X(z) = E[z^X]. Gunakan G_X untuk verifikasi E[X] dan Var(X).

TERINTEGRASI Peluang + Kombinatorika & Graf

P-T1: Bayes + Kombinatorika — Random Key Selection

Kotak A berisi 3 kunci valid dan 2 tidak valid. Kotak B berisi 1 valid dan 4 tidak valid. Dipilih kotak secara acak (50-50), lalu diambil 1 kunci. Kunci ternyata valid. Berapa P(dari kotak A)?

P-T2: Peluang + Graf — Random Walk

Random walk pada graf path P₃ = (v1−v2−v3). Mulai di v2. Tiap langkah: pindah ke tetangga secara seragam. Berapa P(di v1 setelah 2 langkah)?

P-T3: Peluang + Jarak Statistik antar Distribusi

Distribusi P = {1/4, 1/4, 1/4, 1/4} (uniform) dan Q = {1/2, 1/4, 1/8, 1/8}. Hitung statistical distance (total variation distance) SD(P,Q). Jika SD > negl(λ), apakah skema crypto aman secara statistik?

Munir, R. (2020). Matematika Diskrit, Edisi 7, Penerbit Informatika ITB, Bab 6. — Rosen, K. H. (2019). Discrete Mathematics and Its Applications, 8th ed., Ch. 7.