Kalkulus — Bagian 3
Kalkulus 3: Kalkulus Multivariabel & Vektor
Multivariable & Vector Calculus — memperluas kalkulus ke dimensi lebih tinggi: permukaan, gradient, integral lipat, dan teorema fundamental.
Purcell, E.J., Varberg, D., & Rigdon, S. (2007). Calculus, 9th ed. Pearson Education.
A. Fungsi Multivariabel
1. Fungsi Dua dan Tiga Variabel
Fungsi multivariabel memetakan beberapa input ke satu output:
Dua Variabel
f: ℝ² → ℝ
z = f(x, y) — grafiknya adalah permukaan dalam ruang 3D.
Contoh: f(x,y) = x² + y² (paraboloid)
Tiga Variabel
f: ℝ³ → ℝ
w = f(x, y, z) — tidak bisa divisualisasikan langsung, tetapi level sets (permukaan level) bisa.
Contoh: f(x,y,z) = x² + y² + z² (bola)
2. Turunan Parsial (Partial Derivatives)
Turunan parsial mengukur laju perubahan f terhadap satu variabel sementara variabel lain dianggap konstan:
∂f/∂x = limh→0 [f(x+h, y) − f(x, y)] / h
Diferensialkan terhadap x, y konstan
∂f/∂y = limh→0 [f(x, y+h) − f(x, y)] / h
Diferensialkan terhadap y, x konstan
Contoh 1:
f(x, y) = x³y + 2xy² − 5y
∂f/∂x = 3x²y + 2y² (y diperlakukan konstan)
∂f/∂y = x³ + 4xy − 5 (x diperlakukan konstan)
Contoh 2: Turunan Parsial Orde Dua
f(x, y) = x²y³
fx = 2xy³, fy = 3x²y²
fxx = 2y³, fyy = 6x²y
fxy = 6xy² = fyx (Teorema Clairaut)
Contoh 3: Chain Rule Multivariabel
z = f(x, y), x = g(t), y = h(t). Tentukan dz/dt.
dz/dt = (∂f/∂x)(dx/dt) + (∂f/∂y)(dy/dt)
3. Bidang Singgung dan Linearisasi
Bidang singgung permukaan z = f(x,y) di titik (a, b, f(a,b)):
Contoh:
f(x,y) = x² + y². Bidang singgung di (1, 1, 2):
fx = 2x → fx(1,1) = 2
fy = 2y → fy(1,1) = 2
z = 2 + 2(x−1) + 2(y−1) = 2x + 2y − 2
B. Gradient, Divergensi, dan Curl
1. Vektor Gradient
Gradient dari f(x, y, z) adalah vektor yang menunjuk ke arah kenaikan tercepat:
Sifat-sifat Gradient
- ∇f menunjuk ke arah kenaikan tercepat
- |∇f| = laju perubahan maksimum
- ∇f tegak lurus terhadap kurva/permukaan level
- Turunan berarah: Duf = ∇f · u
Contoh
f(x,y) = 3x² − 2xy + y²
∇f = (6x − 2y, −2x + 2y)
∇f(1,2) = (6−4, −2+4) = (2, 2)
Visualisasi: Medan Gradient f(x,y) = x² + y²
2. Divergensi (Divergence)
Untuk medan vektor F = (P, Q, R), divergensi mengukur "net outflow" di suatu titik:
div F > 0 → source (sumber)
Fluida mengalir keluar dari titik tersebut
div F < 0 → sink (lubang)
Fluida mengalir masuk ke titik tersebut
Contoh:
F = (x², xy, z)
∇ · F = 2x + x + 1 = 3x + 1
3. Curl (Rotasi)
Curl mengukur kecenderungan rotasi medan vektor di suatu titik:
Contoh:
F = (y, −x, 0)
∇ × F = (0−0, 0−0, −1−1) = (0, 0, −2)
Medan vektor ini berputar (clockwise dilihat dari atas).
- ∇ × (∇f) = 0 — curl of gradient = zero
- ∇ · (∇ × F) = 0 — divergence of curl = zero
C. Integral Ganda dan Lipat Tiga
1. Integral Ganda (Double Integrals)
Integral ganda menghitung volume di bawah permukaan z = f(x,y) di atas daerah D:
Contoh 1: Integral Ganda Sederhana
∫∫R (x + 2y) dA, R = [0,1] × [0,2]
= ∫01 ∫02 (x + 2y) dy dx
= ∫01 [xy + y²]02 dx = ∫01 (2x + 4) dx
= [x² + 4x]01 = 5
Contoh 2: Daerah Non-Persegi
∫∫D x dA, D dibatasi y = 0, y = x, x = 1
= ∫01 ∫0x x dy dx = ∫01 x² dx
= [x³/3]01 = 1/3
2. Koordinat Polar, Silinder, dan Bola
Polar (2D)
x = r cos θ
y = r sin θ
dA = r dr dθ
Silinder (3D)
x = r cos θ
y = r sin θ, z = z
dV = r dz dr dθ
Bola (3D)
x = ρ sin φ cos θ
y = ρ sin φ sin θ
z = ρ cos φ
dV = ρ² sin φ dρ dφ dθ
Contoh: Integral Polar
Hitung ∫∫ e−(x²+y²) dA atas cakram x²+y² ≤ 1
= ∫02π ∫01 e−r² · r dr dθ
= 2π · [−(1/2)e−r²]01
= 2π · (1/2)(1 − 1/e) = π(1 − 1/e)
3. Integral Lipat Tiga (Triple Integrals)
Contoh 1: Volume Bola
Hitung volume bola dengan radius R menggunakan koordinat bola.
V = ∫02π ∫0π ∫0R ρ² sin φ dρ dφ dθ
= 2π · [−cos φ]0π · [ρ³/3]0R
= 2π · 2 · R³/3 = (4/3)πR³
Contoh 2: Integral Kartesian
∫01 ∫0x ∫0y xyz dz dy dx
= ∫01 ∫0x xy · [z²/2]0y dy dx = ∫01 ∫0x xy³/2 dy dx
= ∫01 x[y&sup4;/8]0x dx = ∫01 x&sup5;/8 dx
= [x&sup6;/48]01 = 1/48
D. Teorema Green, Stokes, dan Gauss
Ketiga teorema ini menghubungkan integral pada batas dengan integral pada interior — generalisasi dari Teorema Dasar Kalkulus ke dimensi lebih tinggi.
Teorema Green (2D)
Menghubungkan integral garis di kurva tertutup C dengan integral ganda atas daerah D yang dibatasinya:
Intuisi: "sirkulasi di sepanjang batas = total curl di interior"
Teorema Stokes (3D, Permukaan)
Generalisasi Green ke 3D — menghubungkan integral garis di batas permukaan S dengan integral permukaan curl F:
Teorema Gauss / Divergence Theorem (3D, Volume)
Menghubungkan fluks melalui permukaan tertutup S dengan integral volume divergensi F:
Intuisi: "total fluks keluar dari permukaan = total source di dalam volume"
Contoh Soal: Teorema
Soal 1: Teorema Green
Hitung ∮C (y dx − x dy) di mana C adalah lingkaran x² + y² = 4 (berlawanan arah jarum jam).
P = y, Q = −x → ∂Q/∂x − ∂P/∂y = −1 − 1 = −2
= ∫∫D (−2) dA = −2 · π(2)²
= −8π
Soal 2: Divergence Theorem
Hitung fluks F = (x, y, z) melalui bola x²+y²+z² = 9.
∇ · F = 1 + 1 + 1 = 3
Fluks = ∫∫∫ 3 dV = 3 · (4/3)π(3)³
= 3 · 36π = 108π
E. Koneksi ke Ilmu Komputer
1. Gradient Descent Multi-Parameter
Dalam ML, model memiliki jutaan parameter. Loss function L(θ1, θ2, ..., θn) — gradient descent menggunakan vektor gradient:
Setiap komponen gradient ∂L/∂θi menunjukkan bagaimana parameter ke-i mempengaruhi loss. Ini persis turunan parsial dari Kalkulus 3!
2. Matriks Jacobian dalam Neural Networks
Jacobian adalah matriks semua turunan parsial dari transformasi vektor f: ℝn → ℝm:
Setiap layer neural network adalah transformasi vektor. Backpropagation menghitung produk Jacobian secara efisien (Jacobian-vector products).
3. Matriks Hessian & Optimasi Orde Dua
Hessian H = [∂²f/∂xi∂xj] memberikan informasi kelengkungan (curvature) loss surface.
- Newton's method: θ ← θ − H−1 ∇L — konvergensi lebih cepat
- Saddle points: Hessian mendeteksi titik pelana (eigenvalue campuran positif/negatif)
- Digunakan di optimizer seperti L-BFGS dan natural gradient
4. Kalkulus Vektor dalam Simulasi Fisika
Game engine dan simulasi ilmiah menggunakan kalkulus vektor secara intensif:
Fluid Dynamics (Navier-Stokes)
Divergensi & curl aliran fluida
Electromagnetics (Maxwell)
∇ × E = −∂B/∂t
Computer Graphics
Normal vectors, surface shading
Robotics
Jacobian untuk inverse kinematics
5. Koneksi ke Bidang Lain
Kalkulus multivariabel dipakai luas di berbagai bidang:
- Grafika & robotika: gradien, normal permukaan, dan Jacobian untuk transformasi koordinat
- Continuous relaxation: Masalah diskret diaproksimasi di ruang kontinu untuk analisis keamanan
- Statistika & pembelajaran mesin: distribusi Gaussian multivariabel, gradient descent, dan pengali Lagrange untuk optimasi berkendala
Contoh Soal Tambahan
Soal 1: Gradient & Directional Derivative
f(x,y) = x²y − 3xy³. Tentukan turunan berarah di (2, −1) ke arah u = (3/5, 4/5).
∇f = (2xy − 3y³, x² − 9xy²)
∇f(2,−1) = (−4 − (−3), 4 − 18) = (−1, −14)
Duf = (−1)(3/5) + (−14)(4/5) = −3/5 − 56/5 = −59/5
Soal 2: Titik Kritis Multivariabel
f(x,y) = x² + y² − 2x − 4y + 8. Tentukan titik kritis dan klasifikasikan.
fx = 2x − 2 = 0 → x = 1
fy = 2y − 4 = 0 → y = 2
Titik kritis: (1, 2)
fxx = 2, fyy = 2, fxy = 0
D = fxx·fyy − (fxy)² = 4 > 0, fxx > 0
Minimum lokal di (1, 2), f(1,2) = 3
Soal 3: Lagrange Multipliers
Maksimumkan f(x,y) = xy dengan kendala x + y = 10.
∇f = λ∇g → (y, x) = λ(1, 1)
y = λ, x = λ → x = y
x + y = 10 → x = y = 5
f(5, 5) = 25 (maksimum)
Soal 4: Integral Ganda Polar
Hitung ∫∫ √(x² + y²) dA atas cakram x²+y² ≤ 4.
= ∫02π ∫02 r · r dr dθ = 2π ∫02 r² dr
= 2π [r³/3]02 = 16π/3
Referensi
- Purcell, E.J., Varberg, D., & Rigdon, S. (2007). Calculus, 9th Edition. Pearson Education. Chapters 11–16.
- Stewart, J. (2015). Calculus: Early Transcendentals, 8th ed. Cengage Learning. Chapters 14–16.
- Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press. Ch. 4–6.
- Marsden, J. E. & Tromba, A. J. (2012). Vector Calculus, 6th ed., W. H. Freeman.